Patung Alexander Agung hingga Relik Romawi Berhasil Disita FBI, AS Kembalikan 337 Artefak Curian ke Italia
AKURAT.CO Sebanyak 337 artefak kuno hasil pencurian berhasil dikembalikan oleh Amerika Serikat kepada Italia dalam salah satu pemulangan benda budaya terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Artefak bernilai sejarah tinggi itu dipamerkan dalam seremoni resmi di markas unit perlindungan warisan budaya Carabinieri Italia pada 29 April lalu. Koleksi yang dikembalikan mencakup patung Romawi kuno, benda Yunani, Etruska, hingga artefak Mesir kuno yang sebelumnya beredar di pasar seni internasional ilegal.
Kepala Patung Alexander Agung Jadi Sorotan
Salah satu artefak paling mencuri perhatian adalah kepala marmer Alexander the Great dari abad pertama Masehi yang dicuri dari museum di Rome pada tahun 1960.
Selain itu, otoritas juga berhasil memulangkan patung perunggu yang dijarah dari kota Romawi kuno Herculaneum, dua patung basal Mesir, koin Romawi, perhiasan, keramik, hingga fragmen arsitektur berusia lebih dari 2.000 tahun.
Penyelidikan besar-besaran yang sebagian besar berpusat di Kota New York menjadi kunci pengungkapan jaringan perdagangan artefak ilegal tersebut.
FBI Temukan Relik Romawi di Halaman Rumah Profesor
Federal Bureau of Investigation (FBI) turut mengembalikan dua artefak penting dalam operasi ini.
Salah satunya adalah epitaf marmer Romawi kuno abad kedua Masehi yang ditemukan secara tak sengaja di halaman belakang rumah seorang profesor Tulane University di New Orleans pada Mei 2025.
Menurut pakar pelestarian sejarah Dr. D. Ryan Gray, prasasti pemakaman tersebut milik seorang pelaut bernama Sextus Congenius Verus dan sebelumnya dilaporkan hilang dari museum kota Civitavecchia.
Artefak itu kemudian diserahkan ke FBI New Orleans sebelum diproses lebih lanjut oleh tim khusus Art Crime Team FBI pada November 2025.
Italia dan AS Perketat Perdagangan Artefak Ilegal
Duta Besar AS untuk Italia, Tilman J. Fertitta, menegaskan negaranya akan terus membantu Italia memulangkan warisan budaya yang dicuri.
Pemerintah Italia menyebut banyak artefak berasal dari penggalian ilegal atau pencurian di museum dan situs budaya sebelum dijual ke kolektor, rumah lelang, dan pasar seni internasional.
Tahun lalu, Italia dan Amerika Serikat juga memperbarui nota kesepahaman untuk memperketat pembatasan impor benda arkeologi Italia ke AS. Kesepakatan itu mencakup pengawasan bea cukai lebih ketat dan peningkatan pertukaran informasi antarnegara.
Amerika Serikat sendiri dikenal sebagai salah satu pasar terbesar dunia untuk perdagangan barang antik dan artefak langka, baik melalui rumah lelang, kolektor pribadi, maupun museum.
Pejabat Kementerian Kebudayaan Italia menegaskan pihaknya kini semakin mudah melacak benda budaya yang hilang dan memperkirakan akan ada lebih banyak artefak curian yang berhasil dipulangkan di masa mendatang.
Sumber: Jerusalem Post
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








