Pilpres Brasil 2026 Memanas, Lula dan Flávio Bolsonaro Nyaris Imbang di Survei Terbaru
AKURAT.CO Persaingan dalam Pilpres Brasil 2026 semakin ketat menjelang pemungutan suara putaran pertama pada 4 Oktober. Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dan Senator Flávio Bolsonaro kini berada dalam posisi nyaris berimbang dalam sejumlah simulasi putaran kedua.
Dua survei yang dirilis pada Senin, 21 September 2026, sama-sama menunjukkan Lula dan Flávio Bolsonaro mengalami empate teknis atau selisih yang masih berada dalam margin of error. Kondisi ini membuat peta persaingan menuju pemilihan presiden Brasil masih sangat terbuka.
Dalam survei Quaest, Flávio Bolsonaro memperoleh 42 persen dukungan dalam simulasi putaran kedua, sedangkan Lula mendapatkan 41 persen. Sementara survei BTG Pactual/Nexus menunjukkan Lula unggul tipis dengan 46 persen berbanding 45 persen untuk Flávio Bolsonaro. Kedua survei memiliki margin of error sekitar dua poin persentase.
Pada putaran pertama, survei BTG/Nexus menempatkan Lula di posisi teratas dengan 40 persen dukungan, disusul Flávio Bolsonaro dengan 37 persen. Kandidat lain berada cukup jauh di belakang, yakni Augusto Cury dengan 6 persen dan Ronaldo Caiado dengan 5 persen.
Jika tidak ada kandidat yang memperoleh lebih dari 50 persen suara sah pada 4 Oktober, dua kandidat dengan suara terbanyak akan maju ke putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober.
Persaingan Lula dan Flávio Bolsonaro Makin Ketat
Hasil survei terbaru menunjukkan persaingan Lula vs Flávio Bolsonaro semakin ketat dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Dalam survei Quaest pada 5 Agustus, Lula masih unggul lima poin dalam simulasi putaran kedua dengan perolehan 44 persen berbanding 39 persen.
Kini, selisih tersebut praktis menghilang. Flávio bahkan tercatat unggul secara numerik dalam survei Quaest terbaru, meski perbedaannya hanya satu poin dan masih berada dalam batas margin of error.
Lula maju dalam Pilpres Brasil 2026 untuk mendapatkan masa jabatan keempat sebagai presiden secara tidak berurutan. Sementara itu, Flávio Bolsonaro menjadi salah satu kandidat utama dari kubu kanan dan merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.
Jair Bolsonaro sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri setelah pengadilan pemilu tertinggi Brasil menyatakan dirinya menyalahgunakan kekuasaan saat menjabat. Ia kemudian dihukum dalam perkara terpisah terkait upaya membatalkan kekalahannya dari Lula dalam pemilu 2022.
Tekanan Amerika Serikat Ikut Mewarnai Pilpres Brasil
Kontestasi Lula dan Flávio Bolsonaro juga berlangsung di tengah hubungan yang tegang antara Brasil dan Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








