Menlu Yordania Sebut Bantuan Gaza Kedaluwarsa di Gudang karena Terhambat Masuk

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan bantuan kemanusiaan untuk Gaza menumpuk di gudang hingga kedaluwarsa karena terhambat masuk ke wilayah Palestina tersebut. Ia menyerukan langkah internasional yang lebih kuat untuk memastikan hukum humaniter internasional ditegakkan.
Safadi menyampaikan pernyataan tersebut dalam seminar mengenai diplomasi kemanusiaan dan penegakan hukum humaniter internasional di New York, Senin. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Yordania, kegiatan itu diselenggarakan oleh Uni Eropa dan Irlandia dengan Yordania, Uni Afrika, Brasil, dan Kanada sebagai pihak pendukung.
Dalam forum tersebut, Safadi mengatakan lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza masih menghadapi kekurangan kebutuhan dasar dan penderitaan kemanusiaan. Ia menilai masyarakat internasional belum menggunakan secara efektif berbagai mekanisme yang tersedia dalam hukum internasional.
Bantuan Gaza Disebut Menumpuk di Gudang
Safadi mengatakan penduduk Gaza mengalami kekurangan makanan dan obat-obatan bukan karena bantuan tidak tersedia, melainkan karena bantuan tersebut tidak dapat masuk ke wilayah Gaza.
Ia juga menyebut sejumlah pasokan kemanusiaan yang ditujukan untuk Gaza bahkan kedaluwarsa di dalam gudang akibat pembatasan terhadap masuknya bantuan.
Pernyataan tersebut disampaikan Safadi ketika kondisi kemanusiaan di Gaza masih menjadi perhatian dalam forum internasional. Ia menyerukan agar negara-negara dan lembaga internasional mengambil langkah lebih konkret untuk memastikan bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Yordania Siap Bantu Penyaluran Bantuan
Safadi mengatakan Yordania sebelumnya telah menjadi salah satu pusat utama bagi bantuan kemanusiaan internasional yang ditujukan ke Gaza.
Menurutnya, pemerintah Yordania tetap siap bekerja sama dengan berbagai mitra internasional untuk membantu membangun respons kemanusiaan yang efektif bagi masyarakat Gaza.
Yordania selama ini menjadi salah satu jalur penting dalam upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina. Safadi menekankan pentingnya kerja sama internasional agar bantuan yang telah tersedia dapat benar-benar mencapai penerima.
Safadi Serukan Penegakan Hukum Humaniter
Selain persoalan bantuan, Safadi juga menyerukan penggunaan mekanisme hukum internasional untuk menangani dugaan pelanggaran hukum humaniter.
Ia meminta pemerintah dan lembaga internasional memanfaatkan instrumen hukum yang tersedia untuk menangani pelanggaran hukum humaniter internasional, baik di Gaza maupun dalam konflik lainnya di dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







