Akurat Logo

Trump Pecat Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia yang Baru Sepekan Menjabat

Fitra Iskandar | 17 Oktober 2026, 08:29 WIB
Trump Pecat Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia yang Baru Sepekan Menjabat
Katie Zacharia - TRTWorld

AKURAT.CO Presiden AS Donald Trump tidak mau ambil pusing mengurus performa pejabatnya yang dianggap tidak becus. Baru sepekan mengangkat Katie Zacharia sebagai sekretaris pers Gedung Putih, Trump sudah memberhentikannya, Jumat (16/10/2026).

Katie Zacharia baru Rabu pekan lalu dihubungi pihak Trump, untuk menggantikan Karoline Leavitt. Jumat, ia diumumkan secara resmi oleh Trump mengisi pos yang mengurusi pers di Gedung Putih itu. Namun, selanjutnya, situasi tidak menyenangkan bagi Trump.  Katie terlalu banyak menimbulkan masalah.

Awal masa jabatan Zacharia diwarnai kendala, terutama saat sesi pengarahan pers pertamanya pada hari Selasa.

Sesi tersebut berlangsung kurang dari 15 menit, diawali dengan pembacaan daftar pencapaian Trump yang dilakukan dengan tempo sangat lambat, kemudian dilanjutkan dengan menjawab hanya tiga pertanyaan dari para jurnalis.

Selama sepekan terakhir, muncul perdebatan mengenai apakah Zacharia—lulusan fakultas hukum Pepperdine University di California—benar-benar telah lulus ujian profesi advokat (bar exam) dan sah menyandang gelar pengacara.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Kamis, Zacharia mengakui bahwa ia tidak lulus ujian profesi advokat tersebut. Sebagai catatan, Anthony Scaramucci pernah menjabat sebagai direktur komunikasi selama 10 hari pada masa pemerintahan pertama Trump.

Kontroversi lain muncul pada hari Kamis ketika Zacharia melontarkan pernyataan yang meremehkan Tiongkok—negara yang pemimpinnya, Xi Jinping, baru saja berkunjung ke Washington sebagai tamu Trump dalam sebuah kunjungan yang disambut dengan upacara megah.

Dalam kesempatan itu, sang sekretaris pers menyinggung persepsi yang berkembang pada tahun 2016, yakni anggapan bahwa Tiongkok akan segera melampaui Amerika Serikat. "Saya ingat betul momen itu; saat baru saja tiba dari Tiongkok, saya berpikir, 'Bagaimana mungkin Tiongkok menjadi negara berikutnya yang akan muncul sebagai kekuatan besar? Mereka bahkan tidak memiliki toilet yang layak,'" ujarnya dalam sebuah wawancara dengan influencer sayap kanan, Jack Posobiec.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menanggapi pada hari Jumat dengan menyarankan agar Zacharia "lebih sering berkunjung ke Tiongkok."

Kegaduhan ini menjadi pengalih perhatian bagi Trump yang kini berusia 80 tahun, di tengah upayanya berkeliling negeri untuk mendukung kandidat dari Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November—sebuah ajang di mana berbagai jajak pendapat memprediksi kekalahan telak bagi partainya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.