Trump Bentak dan Serang Jurnalis ABC News Mary Bruce Saat Pangeran MBS Ditanya Soal Khashoggi

AKURAT.CO Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (Pangeran MBS) ke Gedung Putih berubah tegang ketika Presiden AS Donald Trump membentak jurnalis ABC News, Mary Bruce. Trump naik pitam setelah Bruce menyinggung peran Saudi dalam serangan 11 September serta pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2018.
Trump langsung kehilangan kesabaran ketika Bruce menyinggung hubungan bisnis keluarga Trump di Arab Saudi serta mempertanyakan alasan publik AS harus mempercayai MBS, mengingat temuan intelijen AS yang menyimpulkan bahwa pembunuhan Khashoggi disetujui oleh pemimpin de facto Saudi tersebut.
Trump memotong pertanyaan Bruce dan meminta jurnalis itu menyebutkan media tempatnya bekerja. Begitu Bruce menyebut ABC News, Trump membentaknya dan menyebut media tersebut sebagai “fake news… salah satu yang terburuk.”
Selain menepis pertanyaan mengenai kesepakatan bisnis keluarganya di Arab Saudi, Trump juga mencoba meremehkan kasus pembunuhan Khashoggi. Ia menyebut Khashoggi sebagai figur yang “kontroversial” dan menegaskan bahwa MBS “tidak tahu apa-apa” soal operasi yang menewaskan kolumnis Washington Post tersebut. Trump bahkan menuduh Bruce “mempermalukan” tamunya dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Di tengah ketegangan itu, MBS memberikan jawaban yang lebih tenang. Ia menyebut tragedi 11 September “menyakitkan” bagi Saudi dan mengeklaim bahwa Osama bin Laden sengaja memakai warga Saudi untuk merusak hubungan Riyadh–Washington. Mengenai pembunuhan Khashoggi, MBS menyebut peristiwa itu sebagai “kesalahan besar” dan mengklaim bahwa pemerintahannya telah melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Namun serangan Trump terhadap Bruce tidak berhenti di situ. Dalam sesi berikutnya, ketika Bruce bertanya mengapa Trump tidak memerintahkan Departemen Kehakiman merilis dokumen penyelidikan FBI terkait Jeffrey Epstein, Trump kembali menyerang pribadi sang jurnalis. Ia menyebut Bruce “reporter yang buruk”, menudingnya bersikap tidak sopan, dan mengatakan pertanyaannya kepada MBS sebagai “pertanyaan yang buruk dan tidak pantas”.
Trump juga kembali menuding ABC News menyebarkan “fake news” dan bahkan mengatakan lisensi siaran jaringan tersebut “seharusnya dicabut.”
Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi MBS sejak pembunuhan Khashoggi memicu kecaman internasional dan membuat Joe Biden—saat itu masih menjadi wakil presiden—menyebutnya sebagai “pariah”. Meski demikian, Trump menyambut MBS dengan agenda selama dua hari, termasuk jamuan makan malam resmi dan forum investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







