Akurat Logo

Trump Desak Zelensky Berdamai dengan Rusia, Sebut Kesepakatan Bisa Dibuat Sejak Dua Tahun Lalu

Fitra Iskandar | 21 Oktober 2026, 07:46 WIB
Trump Desak Zelensky Berdamai dengan Rusia, Sebut Kesepakatan Bisa Dibuat Sejak Dua Tahun Lalu
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky - VoE

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mencapai kesepakatan dengan Rusia guna mengakhiri perang. Trump menilai Zelensky sebenarnya memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan damai sejak dua tahun lalu, tetapi kesempatan itu tidak dimanfaatkan.

“Kami ingin Zelensky membuat kesepakatan. Dia bisa membuat kesepakatan. Dia seharusnya bisa membuat kesepakatan dua tahun lalu saat kami berbincang singkat di Ruang Oval,” kata Trump.

Trump juga mempertanyakan kemampuan Ukraina untuk terus bertahan dalam situasi perang yang berkepanjangan. Menurut dia, Zelensky harus menunjukkan kemauan untuk mencapai kesepakatan dengan Moskow.

“Dia harus memiliki keinginan untuk membuat kesepakatan, karena menurut saya rakyatnya tidak akan tahan lagi dengan situasi ini,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul di tengah hubungan Kyiv dan Washington yang kembali menegang. Trump sebelumnya mencabut sebagian sanksi demi mencapai kesepakatan pasokan diesel dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia juga melontarkan kritik terhadap Zelensky dan menyebut pemimpin Ukraina itu sebagai penghasut perang setelah Ukraina menyerang kilang minyak Rusia.

Sikap Trump yang kembali menyalahkan Kyiv atas kegagalan mengakhiri perang serta pernyataan positifnya terhadap Putin membuat Ukraina semakin khawatir mengenai arah kebijakan Washington.

Di tengah ketegangan tersebut, Zelensky bertemu dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, di Oslo pada Selasa. Pertemuan itu bertujuan meredakan ketegangan antara kedua negara sekaligus membahas perkembangan upaya diplomatik terkait perang Rusia-Ukraina.

Zelensky menyambut baik dimulainya kembali pertukaran intelijen Amerika Serikat mengenai ancaman serangan Rusia. Namun, dia menegaskan bahwa Ukraina harus dilibatkan dalam setiap pembicaraan yang menyangkut masa depan negaranya.

Sebelumnya, Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Zelensky terlibat adu argumen sengit yang disiarkan televisi di Ruang Oval pada Februari 2025. Insiden itu terjadi tidak lama setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden dan memperlihatkan perbedaan tajam di antara para pemimpin tersebut mengenai perang Ukraina.

Selain mendesak tercapainya kesepakatan dengan Rusia, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Putin membebaskan Stephen Hubbard, warga negara Amerika Serikat yang ditawan pasukan Rusia di Ukraina beberapa tahun lalu.

Trump mengatakan telah membicarakan nasib Hubbard secara panjang lebar dengan Putin dan berharap pembebasan warga AS tersebut dapat segera terwujud.

“Saya telah berbicara dengan Presiden Putin mengenai Bapak Hubbard. Saya telah berbicara panjang lebar dengannya. Saya telah memintanya untuk membebaskan dia. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” kata Trump saat menjawab pertanyaan wartawan AFP.

=====

Trump bahkan mengisyaratkan bahwa kesepakatan mengenai pembebasan Hubbard mungkin akan segera tercapai.

“Ikuti saja perkembangannya. Ingatlah pertanyaan itu beberapa hari lagi, karena saya melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain,” tambahnya.

Sumber: AFP

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.