Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya harus bersiap menghadapi berakhirnya bantuan militer Amerika Serikat (AS). Netanyahu menyebut penghentian bantuan militer AS untuk Israel hanya tinggal menunggu waktu.
Dalam wawancara dengan stasiun penyiaran bisnis Israel Channel 10 pada Jumat, Netanyahu mengungkapkan telah memerintahkan persiapan untuk menghadapi kemungkinan sanksi ekonomi dan perbankan. Pemerintah Israel juga diminta mengkaji alternatif sistem keuangan untuk mengantisipasi jika tekanan ekonomi dari luar negeri meningkat.
Netanyahu mengatakan Israel tidak bisa terus bergantung pada bantuan militer AS seperti sebelumnya. Ia menilai perubahan sikap Amerika terhadap bantuan tersebut membuat Israel perlu mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan penghentian dukungan finansial untuk anggaran pertahanan.
“Ini akan berakhir. Ini hanya masalah waktu,” kata Netanyahu, tanpa menyebutkan kapan bantuan tersebut diperkirakan dihentikan. Hingga pernyataan itu disampaikan, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah AS mengenai penghentian bantuan militer kepada Israel.
Selain bantuan militer, Netanyahu memperingatkan kemungkinan penerapan sanksi ekonomi, termasuk pembatasan terhadap sektor perbankan Israel. Ia menegaskan negaranya perlu membangun mekanisme ekonomi dan keuangan alternatif agar tetap dapat beroperasi jika sanksi diberlakukan.
Netanyahu juga menyebut teknologi blockchain sebagai salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan untuk menghadapi kemungkinan sanksi. Ia mengatakan telah meminta penyusunan rencana terkait penggunaan teknologi tersebut.
Pernyataan Netanyahu muncul di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap operasi militer Israel di Jalur Gaza dan perlakuan terhadap warga Palestina. Penolakan terhadap bantuan militer AS untuk Israel juga menjadi bagian dari perdebatan politik di Amerika Serikat.
Oposisi Kritik Netanyahu Jelang Pemilu Israel
Pernyataan Netanyahu mendapat kritik dari pemimpin Partai Demokrat Israel, Yair Golan. Melalui platform media sosial X, Golan menilai Netanyahu tidak memahami realitas yang dihadapi Israel.
Golan mengatakan Israel perlu mencegah sanksi ekonomi dengan menindak kekerasan yang dilakukan kelompok ekstremis Yahudi, menjaga hubungan strategis dengan negara-negara sekutu, serta mengganti pemerintahan dalam pemilu mendatang.
Ia menyerukan pembentukan pemerintahan baru tanpa Netanyahu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, dan pemimpin Partai Shas Aryeh Deri.
Pernyataan tersebut disampaikan empat hari sebelum pemilihan parlemen Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa. Hubungan dengan negara-negara Barat dan risiko sanksi ekonomi menjadi salah satu isu yang mewarnai perdebatan politik menjelang pemungutan suara.
Bantuan Militer AS untuk Israel Capai USD 38 Miliar
Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani Washington dan Tel Aviv pada 2016, Israel menerima bantuan militer AS senilai USD 38 miliar selama periode 10 tahun yang dijadwalkan berakhir pada 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot







