Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kementerian Prabowo Perlu Ditambah

AKURAT.CO Kepala Departemen Center for Strategic and International Studies (CSIS), Fajar B. Hirawan, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% merupakan tantangan besar bagi Indonesia untuk dicapai. Menurutnya, pencapaian pertumbuhan setinggi itu membutuhkan upaya yang sangat keras dan strategi yang tepat dari berbagai sektor.
“Yang pasti, pertumbuhan 8 persen sangat challenging untuk dapat dicapai,” ujar Fajar saat dihubungi Akurat.co Selasa (1/10/2024).
Menurut Fajar, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar itu, pemerintah perlu berfokus pada sektor-sektor strategis dan memperkuat investasi serta infrastruktur. Selain itu, ia juga menyoroti kemungkinan bahwa jumlah Kementerian, Lembaga (K/L), atau badan pemerintah bisa bertambah seiring dengan upaya mencapai target tersebut.
Baca Juga: Catatan Kritis di Balik Kabar 44 Kementerian Prabowo
“K/L/Badan kemungkinan akan bertambah,” tambahnya, merujuk pada potensi pemerintah menambah institusi baru atau memperluas kewenangan yang ada guna mendukung laju pertumbuhan ekonomi.
Dengan berbagai faktor yang harus dipertimbangkan, Fajar menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% memang tidak mudah, namun bukan mustahil dicapai jika semua elemen dapat berkoordinasi dan bekerjasama secara efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









