Aquviva Dinilai Berhasil Curi Perhatian, Tapi Belum Goyahkan Dominasi Pasar AMDK

AKURAT.CO Gebrakan Aquviva, merek Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terbaru milik Wings Group, dinilai sukses mencuri perhatian publik sejak diluncurkan pada Februari 2025.
Promosi masif serta strategi harga murah dengan volume lebih besar disebut berhasil memicu gelombang uji coba (trial) di kalangan konsumen.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai klaim keberhasilan Aquviva mengguncang dominasi pasar AMDK masih terlalu dini.
Praktisi komunikasi pemasaran sekaligus peneliti di LSPR Institute, Safaruddin Husada, mengatakan lonjakan penjualan awal belum bisa langsung diartikan sebagai kemenangan pasar.
“Masih terlalu dini untuk menyebut sukses dalam konteks pangsa pasar. Yang bisa dikatakan saat ini adalah Aquviva berhasil menciptakan awareness awal dan memicu trial dari konsumen,” ujar Safaruddin, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, keberhasilan sebuah merek baru seharusnya tercermin dari tingkat pembelian ulang (repeat purchase), distribusi yang merata, serta pangsa pasar yang stabil tanpa terlalu bergantung pada promosi.
Pandangan serupa disampaikan pengamat bisnis dan marketing sekaligus Managing Partner Inventure, Yuswohady.
Ia menilai satu tahun belum cukup untuk mengukur daya tahan sebuah merek fast-moving consumer goods (FMCG).
Menurutnya, sebuah merek baru bisa disebut berhasil jika mampu mempertahankan pangsa pasar secara konsisten dalam jangka panjang.
Baca Juga: MPR Digugat ke PN Jakpus Buntut LCC Kalbar, Muzani: Nanti Kita Lihat
“Kalau dibilang Aquviva sukses menurut saya dalam waktu setahun itu belum. Minimal lima tahun kalau bisa mengambil market share secara konstan itu baru bisa dikatakan berhasil,” kata Yuswohady.
Ia menambahkan membangun merek jauh lebih mudah dibanding mempertahankannya di tengah persaingan pasar yang ketat.
Di sisi lain, klaim kesuksesan Aquviva mulai diuji oleh respons konsumen terhadap kualitas produk.
Safaruddin menilai dalam kategori AMDK, faktor keamanan, kebersihan, dan kredibilitas sumber air menjadi penentu utama loyalitas konsumen.
Menurutnya, tantangan terbesar Aquviva saat ini adalah membangun persepsi kualitas di tengah banyaknya keluhan konsumen di media sosial.
Sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan rasa air Aquviva yang dianggap kurang nyaman di lidah dan menyerupai air keran. Beberapa warganet juga menyebut adanya rasa tanah pada produk tersebut.
Yuswohady pun menilai produk Aquviva belum memiliki diferensiasi yang kuat dibanding kompetitor.
“Sebenarnya dari produk tidak ada yang istimewa,” ujarnya.
Perbincangan mengenai kualitas Aquviva semakin ramai setelah muncul informasi mengenai sumber air baku produk tersebut.
Berdasarkan kunjungan Komisi VII DPR RI ke pabrik PT Tirta Alam Segar di Cikarang pada April 2026, diketahui pasokan air baku Aquviva disebut berasal dari pengelola kawasan industri MM2100 yang terhubung dengan Perumda Tirta Bhagasasi.
Informasi tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet yang mempertanyakan kualitas sumber air Aquviva.
Baca Juga: I.League Umumkan Penilaian Lisensi Klub Super League, Hanya PSBS Biak yang Tak Lolos
Bagi sebagian konsumen Indonesia yang selama ini mengasosiasikan air minum berkualitas dengan mata air pegunungan, penggunaan air olahan kawasan industri maupun sumur bor dianggap menjadi tantangan tersendiri bagi citra produk.
Pengamat menilai strategi harga murah dan promosi agresif memang mampu membuka pasar bagi Aquviva.
Namun tanpa diferensiasi kualitas yang kuat dan persepsi sumber air yang meyakinkan, mempertahankan loyalitas konsumen akan menjadi tantangan besar ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



