Apple Resmi Setop Mac Pro, Fokus Beralih ke Mac Studio sebagai Desktop Profesional

AKURAT.CO Apple resmi menghentikan lini Mac Pro dan tidak memiliki rencana menghadirkan penerusnya di masa depan. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam strategi desktop profesional Apple yang kini beralih ke Mac Studio.
Apple mengonfirmasi bahwa Mac Pro sudah tidak lagi dijual. Halaman pembelian perangkat tersebut juga telah dihapus dari situs resmi Apple dan kini dialihkan ke halaman utama Mac, sebagaimana dikutip dari 9to5Mac, Selasa (31/3/2026).
Kebijakan ini sekaligus menegaskan bahwa Apple tidak akan lagi mengembangkan perangkat keras Mac Pro ke depan. Dengan kata lain, era desktop modular kelas atas dari Apple resmi berakhir.
Dari Ikonik ke Usang: Perjalanan Mac Pro
Mac Pro sempat menjadi simbol workstation premium Apple selama bertahun-tahun. Desain terbarunya diperkenalkan pada 2019 bersama Pro Display XDR, sebelum akhirnya diperbarui dengan chip M2 Ultra pada 2023.
Namun sejak saat itu, Mac Pro tidak lagi mendapat pembaruan signifikan. Di saat yang sama, Apple justru meluncurkan chip generasi lebih baru seperti M3 Ultra melalui Mac Studio, membuat Mac Pro terlihat tertinggal, terutama dengan harga yang tetap tinggi.
Dengan dihentikannya Mac Pro, posisi desktop profesional kini diisi oleh Mac Studio. Perangkat ini hadir dengan opsi chip terbaru seperti M3 Ultra yang menawarkan CPU hingga 32-core dan GPU hingga 80-core.
Mac Studio juga mendukung konfigurasi memori terpadu hingga 256 GB dan penyimpanan SSD hingga 16 TB. Spesifikasi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan profesional tanpa perlu desain modular seperti Mac Pro.
Jajaran Mac Kini Lebih Ringkas
Saat ini, Apple hanya menawarkan tiga lini desktop Mac, yakni iMac 24 inci, Mac mini dan Mac Studio. Sementara di kategori laptop, tersedia MacBook Neo, MacBook Air dan MacBook Pro.
Portofolio ini dianggap lebih sederhana namun tetap mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pengguna umum hingga profesional. Kehadiran MacBook Neo juga memperkuat segmen entry-level.
Apple sebelumnya juga memperkenalkan fitur low-latency berbasis RDMA melalui Thunderbolt 5 di macOS Tahoe 26.2. Teknologi ini membuat beberapa Mac dapat dihubungkan untuk meningkatkan performa komputasi.
Fitur tersebut membuka alternatif baru bagi pengguna profesional tanpa harus bergantung pada satu mesin berperforma ekstrem seperti Mac Pro. Hal ini turut memperkuat alasan Apple mengakhiri lini tersebut.
Penghentian Mac Pro sebenarnya sudah lama diperkirakan, mengingat minimnya pembaruan dan pergeseran fokus Apple. Di sisi lain, mempertahankan perangkat lama dengan harga tinggi dinilai kurang relevan bagi konsumen.
Meski demikian, keputusan ini kemungkinan tetap mengecewakan sebagian pengguna setia Mac Pro. Namun secara strategi, langkah Apple ini menunjukkan arah baru, yaitu efisiensi performa melalui chip Apple Silicon, bukan lagi modularitas perangkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk





