Akurat Logo

Dari Karachi ke Indonesia, Mimpi Anak-anak Pakistan di Garuda International Cup 2026

Zainal Hasan | 19 Agustus 2026, 20:27 WIB
Dari Karachi ke Indonesia, Mimpi Anak-anak Pakistan di Garuda International Cup 2026
Nida Rizki selaku team manager Karachi City Academy Pro saat ditemui di ajang Garuda International Cup 2026 di Asiop Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026). AKURAT.CO/Zainal Hasan.

AKURAT.CO,  Perjalanan panjang dari Karachi, Pakistan, menuju Indonesia terbayar ketika rombongan Karachi City Academy Pro akhirnya menginjakkan kaki di Asiop Training Ground, Sentul Jawa Barat selaku lokasi Garuda International Cup (GIC) 2026.

Bagi Nida Rizki selaku team manager Karachi City Academy Pro, kedatangan mereka bukan semata-mata untuk mengejar trofi. Ada pengalaman, keberanian, dan kesempatan bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan di luar negeri yang menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Karachi Cith Academy Pro memang menjadi pendatang baru di ajang turnamen internasional ini. Nida Rizki pun mengaku sangat bersemangat tampil di ajang ini.

"Kami baru saja tiba di turnamen ini dan ini adalah pengalaman yang sangat indah. Semuanya sangat bersahabat dan tempat ini terlihat sangat hebat. Kami sangat bersemangat berada di sini," kata Nida saat ditemui di Asiop Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Karachi City Academy Pro membawa dua kelompok usia dalam GIC 2026, yakni U-15 dan U-17. Total terdapat 33 pemain yang mereka bawa dengan rincian 17 pemain U-17 dan 16 pemain U-15.

Khusus bagi tim U-15, perjalanan ke Indonesia memiliki arti yang lebih besar. GIC 2026 menjadi pengalaman pertama bagi mereka meninggalkan Pakistan untuk mengikuti turnamen internasional.

"Mereka bermain di kompetisi lokal, tetapi belum pernah mengikuti pertandingan besar seperti ini. Jadi, ini adalah pertama kalinya kami membawa tim U-15 keluar dari Pakistan," ujar Nida.

https://akurat.co/bola/883462/empat-pemain-timnas-u-17-warnai-gic-2026-berharap-ada-liga-reguler-untuk-kelompok-usia

Berbeda dengan U-15, tim U-17 Karachi City Academy Pro sudah memiliki pengalaman bermain di luar negeri. Mereka pernah mengikuti turnamen di Abu Dhabi dan bahkan berhadapan dengan tim yang berada dalam ekosistem Manchester City.

Namun, pengalaman tersebut tidak membuat kedatangan mereka ke Indonesia menjadi sekadar perjalanan biasa. Jarak yang jauh antara Pakistan dan Indonesia membuat kesempatan bertanding di GIC menjadi pengalaman yang ingin mereka nikmati sepenuhnya.

Keputusan Karachi City Academy Pro mengikuti GIC 2026 juga tidak datang secara tiba-tiba. Mereka terlebih dahulu mencari tahu mengenai turnamen tersebut sebelum akhirnya memutuskan membawa dua tim ke Indonesia.

Informasi mengenai GIC didapatkan dari Kamil, mitra perjalanan mereka dari SHK. Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak akademi kemudian melakukan riset dan melihat berbagai ulasan positif mengenai penyelenggaraan turnamen ini.

"Kami mendengar banyak hal tentang Garuda Cup, terutama dari mitra perjalanan kami, Kamil dari SHK. Kemudian kami menelitinya dan melihat beberapa hal yang bagus. Kami juga melihat banyak review positif tentang turnamen ini," kata Nida.

Bagi sebuah akademi yang terdaftar di Federation Football of Pakistan, membawa pemain muda keluar negeri menjadi bagian dari proses pengembangan. Sebab, pertandingan internasional memberi pengalaman yang berbeda dibandingkan kompetisi yang selama ini mereka jalani di dalam negeri.

Nida melihat sepakbola akar rumput di Pakistan juga sedang mengalami perkembangan. Semakin banyak akademi bermunculan dan anak-anak mulai memiliki lebih banyak pilihan untuk menekuni sepakbola sejak usia muda.

"Grassroot football sedang berkembang di Pakistan. Ada banyak akademi dan tim nasional juga sedang berkembang. Banyak orang sangat bersemangat bermain sepakbola dan anak-anak bergabung dengan banyak akademi. Jadi, masa depan terlihat bagus," tuturnya.

Di balik optimisme tersebut, ada satu hal yang ingin diberikan Karachi City Academy Pro kepada para pemain mudanya, yakni pengalaman. Karena itu, target mereka di Indonesia tidak semata-mata berbicara tentang kemenangan.

Nida menyebut para pemain datang untuk bertanding menghadapi lawan terbaik sekaligus belajar dari setiap pertandingan. Apalagi, bagi sebagian pemain, ini merupakan pengalaman pertama tampil dalam kompetisi internasional.

"Kami berada di sini untuk bermain, untuk mendapatkan pengalaman dan menghadapi lawan-lawan terbaik. Kami sangat berharap anak-anak ini bisa menjalani semuanya dengan baik," ujar Nida.

Perjalanan menuju pertandingan pertama pun tidak mudah. Rombongan harus menempuh perjalanan panjang sebelum tiba di Indonesia. Bahkan pada hari pertandingan mereka sudah meninggalkan hotel sejak pukul 05.00 pagi.

Kondisi tersebut membuat Nida memahami jika para pemain belum dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka sejak awal. Namun, ia berharap energi dan semangat para pemain segera kembali setelah melewati perjalanan panjang.

"Hari ini adalah hari pertama mereka dan kami melakukan perjalanan yang panjang. Kami meninggalkan hotel pukul 05.00 pagi setelah perjalanan selama dua hari. Jadi, mereka melewati malam yang panjang dan memulai hari lebih awal," katanya.

Meski demikian, tidak ada penyesalan dari perjalanan jauh tersebut. Sebaliknya, Nida melihat GIC 2026 sebagai langkah kecil yang bisa memberikan pengalaman besar bagi anak-anak Karachi City Academy Pro.

Bagi para pemain U-15 yang baru pertama kali meninggalkan Pakistan, Indonesia kini menjadi bagian dari cerita perjalanan sepakbola mereka. Sementara bagi para pemain U-17, turnamen ini menjadi kesempatan lain untuk menguji diri menghadapi lawan dari negara berbeda.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.