36,9 Persen Orang Indonesia Sengaja Melukai Diri Sendiri, Alasannya Beragam
| 11 September 2023, 14:31 WIB

AKURAT.CO Menurut sebuah studi oleh perusahaan data dan opini publik global YouGov, 36,9 persen orang Indonesia telah melaporkan terlibat dalam melukai diri sendiri (self-harm).
Tak hanya itu, kebanyakan orang yang melakukan self-harm berusia 18-24 tahun
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (11/9/2023), Kepala Departemen Psikologi Universitas Harvard, Mattew Nock mengatakan self-harm merupakan keinginan untuk menghancurkan jaringan tubuh tanpa ada niat untuk bunuh diri.
Kebanyakan hal ini terjadi di lengan dan berbentuk irisan dengan benda tajam, seperti silet, pensil, atau pisau lipat. Mungkin juga dengan membakar kulit atau memasukkan objek ke kulit.
Ternyata, keinginan orang untuk menyakiti diri sendiri mungkin saja bisa meningkatkan risiko mereka untuk melakukan percobaan bunuh diri.
Berdasarkan studi di Child and Adolescent Mental Health pada 2022, ternyata lebih dari 50 persen anak dan remaja yang meninggal dunia karena bunuh diri sebelumnya sempat melakukan self-harm.
"Semakin sering kamu secara sengaja menyakiti diri sendiri, yang di mana itu membutuhkan keberanian tertentu, mungkin saja kamu akan menargetkan dirimu sendiri di masa yang akan datang," tambah Nock.
"Semakin sering kamu secara sengaja menyakiti diri sendiri, yang di mana itu membutuhkan keberanian tertentu, mungkin saja kamu akan menargetkan dirimu sendiri di masa yang akan datang," tambah Nock.
Lebih lanjut, pada Maret 2023, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengungkapkan sebanyak 49 anak di satu sekolah yang sama melakukan self-harm. Angka ini diketahui setelah pihak sekolah mengadakan inspeksi dadakan terkait masalah tersebut.
- 40 anak: Melakukan 1 kali sayatan, menerima konseling dari pihak sekolah.
- 9 anak: Melakukan self-harm secara berulang, menerima konseling dari UPTD PPA Kabupaten Karangasem.
Menurut keterangan KPPPA, beberapa korban berasal dari keluarga yang tidak utuh dan sering mengalami masalah keluarga dan juga mengikuti tren di media sosial.
Alasan Seseorang Melakukan Self-Harm:
• Mengalihkan perasaan marah, cemas, dan depresi.
• Mengungkapkan rasa sakit yang sulit disampaikan ke orang lain/sengaja menghindari pengungkapannya.
• Bagian dari perilaku impulsif karena memendam emosi negatif.
• Memicu kenaikan endorfin yang memberikan efek gembira dan anti-nyeri.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor
Herry Supriyatna
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk






