Studi HCC: Separuh Penduduk Jabodetabek Mengalami Kesepian

AKURAT.CO Kehidupan di tengah hiruk-pikuk kota Jabodetabek sering kali terkesan sibuk dan dinamis. Namun, di balik keramaian tersebut, riset terbaru mengungkapkan sebuah realitas mengejutkan ternyata banyak warga Jabodetabek mengalami kesepian.
Lembaga nirlaba Health Collaborative Center (HCC), yang berfokus pada kesehatan masyarakat dan kesejahteraan komunitas, telah mengungkapkan bahwa 40% dari penduduk Jabodetabek merasakan kesendirian.
“Berdasarkan penelitian yang dilakukan HCC selama tiga bulan terakhir, empat dari 10 orang yang tinggal di Jabodetabek mengalami kesepian derajat sedang dan berat,” kata peneliti utama sekaligus Ketua HCC Ray Wagiu Basrowi.
Baca Juga: Naypyidaw, Ibu Kota Myanmar Yang Kesepian
Ray menyatakan bahwa temuan ini terungkap setelah HCC melakukan survei daring yang melibatkan partisipasi dari 1.229 responden.
Menurut hasil survei tersebut, sekitar 44% dari populasi warga Jabodetabek mengalami tingkat kesepian yang dapat dikategorikan sebagai sedang, sementara 6% lainnya mengalami tingkat kesepian yang lebih berat.
Dari 44% responden yang merasakan kesendirian, mayoritas di antaranya merupakan individu perantau dengan usia di bawah 40 tahun, belum menikah, dan sebagian besar di antaranya adalah perempuan. Hasil riset juga mencatat bahwa lebih dari 600 orang secara tidak sadar tengah mengalami kesepian.
Menurut Ray, terdapat sejumlah pemicu yang menyebabkan tingkat kesepian yang signifikan di kalangan warga Jabodetabek.
Salah satu alasan utamanya adalah ketidakcocokan dengan lingkungan sekitar, baik di lingkungan tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal. Selain itu, memiliki minat atau hobi yang berbeda dengan orang-orang di sekitarnya, juga tampaknya menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kesepian
“Faktor dominan yang bisa menentukan derajat kesepian seseorang adalah ketidaksesuaian dengan lingkungan, sering merasa malu atau minder, sering merasa tidak dekat dengan orang lain, dan hobi yang berbeda dengan teman sekitar,” ujarnya. Karenanya, Ray menyarankan kepada siapa pun yang mengalami gejala kesepian atau merasa kesepian untuk segera melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Yang Lebih Berbahaya Daripada Rokok, Kesepian Setara 15 Batang Rokok
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes psikologi daring atau dengan berkonsultasi langsung dengan psikolog. “Pertama harus diidentifikasi. Saat ini sudah banyak situs yang memiliki validasi, misalnya situ milik psikologi Universitas Indonesia. Kalau hasilnya ternyata derajat sedang atau tinggi, segera langsung bertemu psikolog,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







