Studi Mengungkapkan Pasien Obesitas Lebih Cepat Pulih dari Stroke Dibandingkan yang Kurus

AKURAT.CO Para peneliti dari Suita, Jepang, menunjukkan bahwa meskipun obesitas meningkatkan risiko stroke, orang lanjut usia yang berbadan gemuk dan sedang memiliki peluang pemulihan yang lebih baik dibandingkan mereka yang kurus.
"Orang lanjut usia dengan tubuh langsing harus berhati-hati dalam mengonsumsi banyak makanan dengan tujuan menjaga berat badan yang tepat," ujar Kaori Miwa yang merupakan bagian dari tim peneliti, dikutip dari Asahi.com, Senin (17/6/2024).
Studi ini menganalisis data dari 56.230 pasien stroke di Jepang dari tahun 2006 hingga 2020, menggunakan indeks massa tubuh (BMI) sebagai penilaian tingkat obesitas. BMI dihitung dengan membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (meter) yang dikuadratkan.
WHO mengklasifikasikan BMI kurang dari 18,5 sebagai berat badan kurang, 18,5-22,9 sebagai berat badan normal, 23,0-24,9 sebagai kelebihan berat badan dan 25,0-29,9 sebagai Obesitas Kelas I untuk orang Asia.
Dari 43.668 pasien infark serebral yang dianalisis, dengan usia rata-rata 74 tahun, mereka yang kurus memiliki risiko 1,47 kali lebih tinggi mengalami hasil yang buruk dibandingkan mereka dengan berat badan normal.
Sementara itu, pasien yang kelebihan berat badan dan Obesitas Kelas I memiliki risiko yang lebih rendah, masing-masing 0,87 dan 0,92.
Penelitian ini juga mengkaji 9.741 pasien dengan pendarahan otak, dengan usia rata-rata 69 tahun.
Hasil menunjukkan bahwa risiko pemulihan buruk adalah 1,41 kali lebih tinggi pada pasien kurus, sedangkan pasien yang kelebihan berat badan dan Obesitas Kelas I memiliki risiko yang lebih rendah, yaitu 0,97 dan 0,87.
Para peneliti menyimpulkan bahwa orang lanjut usia yang kekurangan berat badan mungkin kesulitan pulih dari stroke karena kekurangan gizi dan kelemahan fisik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





