Pentingnya Mengurangi Screen Time pada Anak untuk Mencegah Mata Kering

AKURAT.CO Penggunaan layar pada anak-anak perlu diawasi dengan ketat oleh orang tua. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada batasan waktu screen time yang dianjurkan untuk setiap kelompok usia anak.
Anak di bawah 1 tahun dilarang menatap layar gawai. Anak usia 1-3 tahun disarankan screen time tidak lebih dari satu jam per hari, khususnya hanya untuk video chatting bagi anak usia 1-2 tahun.
Untuk anak usia 3-6 tahun, screen time maksimal satu jam per hari, sementara anak usia 6-12 tahun maksimal 90 menit per hari. Anak usia 12-18 tahun dibatasi hingga dua jam per hari.
Namun, realitanya jauh dari rekomendasi ini. Studi di Korea menemukan anak usia 9-12 tahun menatap layar lebih dari 3,18 jam per hari, sementara studi di Perancis menemukan anak usia 7-19 tahun menatap layar lebih dari 3 jam per hari.
Data dari RS Mata JEC @ Kedoya dan JEC @ Menteng menunjukkan peningkatan 62 persen pasien mata kering pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam empat tahun terakhir, JEC telah menangani lebih dari empat ribu pasien dengan gangguan mata kering.
Dr. Niluh Archi S. R., SpM (dr. Manda), dokter mata kering dan lensa kontak di JEC, menjelaskan bahwa jika tidak ditangani, mata kering kronis bisa menyebabkan peradangan, infeksi, ulkus kornea dan pandangan kabur yang mempengaruhi kemampuan membaca.
"Mengantisipasi itu, pemeriksaan mata secara dini dan berkala menjadi solusi untuk mencegah dampak mata kering pada anak," jelas dr. Manda, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Rabu (31/7/2024).
JEC telah menyediakan JEC Dry Eye Service, layanan terpadu untuk mengatasi mata kering, termasuk pada anak-anak. Layanan ini mencakup edukasi, konsultasi, diagnostik dan terapi.
Pemeriksaan meliputi Dry Eye Questionnaire, Schirmer Test, Tear Break Up Time, Ocular Surface Staining, Meibography, TearLab® Osmometer dan keratograph.
Tim ahli JEC Dry Eye Service memberikan penanganan sesuai hasil pemeriksaan, mulai dari artificial tears, punctal plug, hingga anti-inflamasi dan antibiotik tetes mata.
Dalam rangka Bulan Peringatan Mata Kering dan Hari Anak Nasional, JEC berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai mata kering yang semakin banyak terjadi pada anak-anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





