Musim Dingin Picu Risiko Stroke, Begini Cara Mencegahnya
AKURAT.CO Musim dingin tidak hanya identik dengan peningkatan gangguan pernapasan dan masalah persendian, tetapi juga dapat memicu risiko stroke yang lebih tinggi.
Stroke, yang sering disebut sebagai "serangan otak," terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, dan ini menjadi keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Menurut Dr. Neeraj Singh, Konsultan Neuroendovaskular, prevalensi stroke cenderung meningkat selama musim dingin. Ia menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kombinasi faktor fisiologis, lingkungan, dan gaya hidup.
"Ketika suhu dingin, pembuluh darah menyempit untuk mempertahankan panas tubuh, sehingga meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama stroke," ujar Dr. Neeraj Singh dalam wawancara dengan The Hindustan Times, seperti dikutip dari Antara, Rabu (1/1/2025).
Selain itu, orang cenderung kurang minum air di musim dingin, yang dapat menyebabkan dehidrasi, meningkatkan kekentalan darah, dan memicu pembentukan gumpalan darah.
Baca Juga: Djokovic-Kyrgios Gagal Perpanjang Rekor Ganda, Takluk di Perempat Final Brisbane International
Kombinasi ini menciptakan kondisi ideal bagi terjadinya stroke. Faktor lain seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan olahan, stres, obesitas, kolesterol tinggi, dan hipertensi juga memperparah risiko stroke.
Dr. Singh mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda stroke melalui akronim BEFAST:
- Balance: Gangguan keseimbangan.
- Eyes: Penglihatan kabur atau hilang.
- Face Drooping: Salah satu sisi wajah terlihat menurun.
- Arm Weakness: Kelemahan atau mati rasa di satu lengan.
- Speech Difficulty: Kesulitan berbicara atau bicara tidak jelas.
- Time: Segera cari bantuan medis.
"Mengenali gejala ini dan segera membawa pasien ke rumah sakit dapat meningkatkan peluang pemulihan," ujarnya.
Stroke yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kecacatan permanen, termasuk kelumpuhan, gangguan bicara (aphasia), gangguan memori, depresi, hingga komplikasi serius seperti trombosis vena dalam (DVT) dan infeksi saluran kemih.
Baca Juga: FBI Gerebek Kompleks Pertanian di Virginia, Sita 150 Alat Peledak Rakitan
Dr. Singh memberikan beberapa tips untuk mencegah stroke di musim dingin:
1. Pantau Tekanan Darah: Pastikan tekanan darah dalam batas normal.
2. Hidrasi Cukup: Jangan abaikan kebutuhan cairan tubuh meski cuaca dingin.
3. Olahraga di Dalam Ruangan: Tetap aktif tanpa harus menghadapi suhu ekstrem.
4. Jaga Pola Makan: Konsumsi makanan bergizi yang rendah garam dan lemak.
5. Kelola Stres: Praktikkan teknik relaksasi atau konsultasikan dengan ahli.
6. Konsultasi dengan Dokter: Sesuaikan pengobatan sesuai kebutuhan.
7. Cegah Jatuh: Gunakan alas kaki yang aman dan perhatikan lingkungan sekitar.
"Musim dingin bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan. Bekerjasamalah dengan tenaga medis untuk membuat keputusan yang tepat demi mencegah risiko stroke," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






