Snake Wine: Tonik Tradisional Tiongkok atau Ancaman Kesehatan?
Eko Krisyanto | 20 Agustus 2025, 15:11 WIB

AKURAT.CO Snake Wine atau arak ular dikenal sebagai salah satu minuman paling aneh di dunia. Bukan hanya karena cara penyajiannya yang unik yakni ular utuh dimasukkan ke dalam botol berisi arak beras. Tetapi juga karena klaim khasiatnya yang dipercaya mampu meningkatkan vitalitas tubuh. Tradisi ini sudah berlangsung selama ribuan tahun di Tiongkok dan beberapa wilayah Asia Tenggara.
Dilansir dari South China Morning Post, Snake Wine sudah ada sejak Dinasti Zhou Barat sekitar 1040-770 SM dan digunakan sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok. Minuman ini populer karena diyakini dapat memperlancar peredaran darah, mengusir angin dingin, hingga meredakan nyeri sendi. Namun, meski terlihat eksotis, para ahli memperingatkan bahwa mengonsumsi Snake Wine tidak sepenuhnya aman.
Snake Wine banyak ditemukan di Tiongkok dan Vietnam, ular berbisa dimasukkan ke dalam arak selama berbulan-bulan.
Alkohol dipercaya menetralkan racun, tetapi faktanya tidak semua komponen bisa benar-benar hilang. Kasus-kasus pernah tercatat, seperti ular yang masih hidup di dalam botol dan menggigit saat dibuka. Menurut BBC Travel, Ada risiko penyakit zoonosis dan kontaminasi bakteri yang bisa membahayakan kesehatan.
Bukan hanya kesehatan, isu konservasi juga menjadi perhatian. Permintaan tinggi terhadap Snake Wine mendorong perdagangan ular liar, bahkan beberapa spesies dilaporkan termasuk yang dilindungi. Hal ini menimbulkan dilema antara menjaga tradisi budaya dan melestarikan ekosistem.
Dengan kata lain, keunikan Snake Wine membawa konsekuensi lebih besar daripada sekadar sensasi mencoba minuman ekstrem.
Pada akhirnya, Snake Wine memang menjadi simbol tradisi sekaligus keunikan budaya Asia. Minuman unik ini menggoda rasa penasaran wisatawan, tetapi masih ada risiko kesehatan dan ancaman konservasi yang tidak bisa diabaikan. Minuman ini mungkin membawa cerita menarik, namun, apakah layak dicoba? Itu kembali menjadi pilihan yang penuh pertimbangan.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








