Efek Tidur Terlalu Larut pada Regenerasi dan Warna Kulit

AKURAT.CO Banyak orang menganggap tidur larut hanya berdampak pada rasa kantuk keesokan harinya. Padahal, kebiasaan ini menyimpan efek serius pada kesehatan kulit.
Studi medis menunjukkan, tidur yang terlalu larut dapat mengganggu regenerasi sel, membuat kulit lebih cepat kusam, bahkan memunculkan perubahan warna seperti kekuningan dan tidak merata.
Baca Juga: Begini Cara Atasi Hobi Tidur Larut yang Tak Sehat
Kulit manusia sejatinya melakukan proses perbaikan saat kita tertidur, khususnya pada fase tidur dalam. Di waktu ini, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang berperan memperbaiki sel-sel yang rusak sekaligus merangsang produksi kolagen. Namun, ketika jam tidur bergeser terlalu larut, siklus alami ini terganggu. Akibatnya, proses regenerasi kulit tidak berjalan maksimal. Kulit menjadi lebih kering, elastisitas menurun, dan garis halus lebih cepat muncul.
Dampaknya tidak berhenti di situ. Penelitian di Korea dan Shanghai membuktikan bahwa kurang tidur atau terbiasa begadang membuat tekstur kulit memburuk, kelembapan menurun, dan warna kulit kehilangan kilau alaminya.
Beberapa partisipan bahkan mengalami perubahan warna kulit menjadi kekuningan serta tampak kusam, kondisi yang disebut “yellowness” oleh para dermatolog. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya hormon stres kortisol serta terganggunya sirkulasi darah ke jaringan kulit.
Selain itu, tidur larut juga memperburuk fungsi barier kulit. Kulit lebih mudah kehilangan air, produksi minyak meningkat, dan mikrobioma alami kulit ikut terganggu. Kombinasi ini membuat wajah tampak lelah, tidak segar, dan lebih rentan terhadap jerawat maupun iritasi.
Tidak heran, lingkaran hitam di bawah mata dan kantung mata sering menjadi tanda pertama yang terlihat pada mereka yang sering begadang.
Meski begitu, efek negatif ini bukan tanpa solusi. Ahli dermatologi menyarankan tidur lebih awal dan menjaga durasi tidur 7–8 jam per malam sebagai langkah utama menjaga kesehatan kulit.
Lingkungan tidur yang gelap, tenang, serta bebas dari cahaya gadget juga membantu tubuh memproduksi melatonin, hormon penting untuk mengatur ritme sirkadian.
Selain itu, hidrasi yang cukup, pola makan kaya antioksidan, dan perawatan kulit malam hari dapat mendukung regenerasi kulit lebih optimal.
Baca Juga: Menghadapi Pagi dengan Semangat, Tips Bangun Pagi Setelah Begadang
Faktanya, tidur bukan hanya soal istirahat, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh dan kecantikan kulit.
Jadi, jika ingin kulit tetap cerah, lembap, dan bebas dari tanda penuaan dini, aturlah waktu tidur dengan bijak. Karena serum terbaik sekalipun tidak akan bekerja maksimal jika tubuh kekurangan istirahat.
Novi Karyanti (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








