Tekan Penularan TBC, Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Lewat Skrining Massal

AKURAT.CO Dalam upaya mendukung program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar skrining aktif Tuberkulosis (TBC) terhadap 2.000 pelaku wisata di kawasan Malioboro dan Keraton Yogyakarta.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan, dua ikon wisata tersebut menjadi pusat interaksi masyarakat dan wisatawan, dengan pergerakan mencapai 15 juta pengunjung per tahun.
Karena itu, skrining masif diperlukan untuk memutus potensi rantai penularan.
Selain skrining, Kemenkes juga melakukan investigasi kontak keluarga pasien TBC guna memperkuat pengendalian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Skrining berbasis laboratorium seperti hari ini memiliki dampak strategis terhadap pengendalian penularan,” kata Wamenkes, Minggu (7/12/2025).
TBC masih menjadi beban kesehatan di DIY. Penemuan kasus baru mencapai 65%, dengan 93% pasien memulai pengobatan dan tingkat keberhasilan pengobatan berada di angka 79%.
Cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) baru 22%, sedangkan investigasi kontak mencapai 53%.
Baca Juga: Dorong Penempatan 500 Ribu Pekerja Migran, Pemerintah Fokus Perluas Akses KUR
Untuk Kota Yogyakarta, penemuan kasus telah menyentuh 100%, dengan 93% pasien memulai pengobatan.
Namun tingkat keberhasilan pengobatan berada di 73%, dengan cakupan TPT 34% dan investigasi kontak 49%.
“Upaya ini dimaksudkan untuk mempercepat penurunan TBC, memperluas layanan kesehatan gratis, dan memperkuat jejaring laboratorium,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kemenkes juga meluncurkan Model Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Berbasis Laboratorium, sebuah pendekatan baru yang dapat direplikasi di daerah lain dengan mobilitas penduduk tinggi.
Wamenkes berharap model tersebut menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain.
“Saya berharap model ini bisa menjadi role model, terutama bagi kawasan wisata dan wilayah dengan mobilitas tinggi,” tutur Benjamin.
Kemenkes menegaskan komitmennya memperluas skrining aktif, meningkatkan cakupan TPT, memperkuat surveilans komunitas, serta mengintegrasikan layanan TBC ke dalam transformasi layanan primer.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Sebanyak 5.913 Calon Pekerja Migran Jalur Ilegal Berhasil Dicegah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






