Akurat Logo

Berapa Lama Idealnya Tidur Orang Dewasa? Ini Durasi yang Dianjurkan agar Tubuh Tetap Sehat

Putri Chandra | 1 Juli 2026, 22:14 WIB
Berapa Lama Idealnya Tidur Orang Dewasa? Ini Durasi yang Dianjurkan agar Tubuh Tetap Sehat
Ilustrasi, Berapa Lama Idealnya Tidur Orang Dewasa. (OpenAI)

AKURAT.CO Berapa lama idealnya tidur orang dewasa? Inilah penjelasan lengkap untuk menjaga kesehatan tubuh.

Tidur yang cukup merupakan salah satu kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.

Tidur bukan hanya sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga momen penting bagi otak dan organ tubuh untuk memperbaiki diri setelah beraktivitas seharian.

Karena itu, durasi tidur yang cukup sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental, hingga produktivitas.

Lalu, sebenarnya berapa lama idealnya tidur orang dewasa? Berikut penjelasan mengenai durasi tidur yang dianjurkan, manfaatnya bagi kesehatan, serta dampak yang bisa terjadi.

Baca Juga: Kemhan Gandeng Kemenkes Bentuk Tim Investigasi Usut Kematian Lima Peserta SPPI


Berapa Lama Idealnya Tidur Orang Dewasa?

Secara umum, orang dewasa berusia 18–64 tahun disarankan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam.

Sementara itu, orang berusia 65 tahun ke atas umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7–8 jam per malam.

Namun, kebutuhan tidur setiap orang tidak selalu sama. Ada yang merasa segar setelah tidur selama 7 jam, sementara yang lain membutuhkan sekitar 8 atau 9 jam agar tubuh benar-benar pulih.


Pentingnya Tidur 7–9 Jam untuk Orang Dewasa

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Gelar Juara AVC Jadi Awal Dominasi Voli Indonesia di Asia

Tidur yang cukup memberikan banyak manfaat bagi tubuh, di antaranya:

  1. Membantu tubuh memulihkan diri, termasuk memperbaiki jaringan dan otot yang lelah setelah beraktivitas.

  2. Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, karena otak memproses serta menyimpan informasi saat tidur.

  3. Menjaga daya tahan tubuh, sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi dan penyakit.

  4. Menstabilkan suasana hati, sehingga risiko mudah marah, stres, atau cemas dapat berkurang.

  5. Menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, termasuk membantu mengatur tekanan darah, kadar gula darah, dan hormon.


Bahaya Kurang Tidur

Kurang tidur sesekali mungkin tidak langsung berdampak besar. Namun, jika menjadi kebiasaan, kondisi ini dapat menyebabkan:

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.