Apa Itu Burnout? Begini Pengertian, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Apa itu burnout menjadi salah satu pertanyaan yang semakin banyak dicari di internet. Istilah ini kerap dikaitkan dengan kelelahan akibat pekerjaan, tekanan akademik, hingga tuntutan kehidupan modern yang banyak dirasakan oleh Gen Z dan milenial.
Burnout bukan sekadar merasa lelah setelah beraktivitas. Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, burnout merupakan sindrom yang muncul akibat stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental, produktivitas, hingga kualitas hidup seseorang.
Baca Juga: Ambil Alih Utang Whoosh
Apa Itu Burnout?
WHO mendefinisikan burnout sebagai sindrom yang berasal dari stres kronis di lingkungan kerja yang tidak tertangani dengan baik. Dalam klasifikasi ICD 11, burnout bukan penyakit, melainkan fenomena yang berkaitan dengan pekerjaan atau occupational phenomenon.
WHO menjelaskan burnout memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:
Merasa sangat lelah atau kehabisan energi.
Mulai menjaga jarak secara emosional dari pekerjaan, muncul rasa sinis atau negatif terhadap pekerjaan.
Menurunnya efektivitas dan kemampuan dalam bekerja.
Karena itu, burnout berbeda dengan rasa lelah biasa. Kondisi ini berkembang secara bertahap akibat tekanan yang berlangsung dalam waktu lama.
Mengapa Burnout Banyak Dialami Gen Z dan Milenial?
Beberapa penelitian dan survei internasional menunjukkan bahwa Gen Z dan milenial termasuk kelompok yang paling rentan mengalami burnout. Faktor penyebabnya tidak hanya berasal dari pekerjaan, tetapi juga tekanan ekonomi, persaingan karier, media sosial, hingga ketidakpastian masa depan.
Baca Juga: Lagi, Erick Thohir Tegaskan Dukungan PSSI Untuk Gianni Infantino
Survei terhadap ribuan responden di Amerika Serikat bahkan menunjukkan bahwa tingkat stres pada Gen Z dan milenial lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Banyak responden muda mengaku mengalami burnout sejak usia 20-an akibat tekanan pekerjaan, kondisi finansial, dan kesehatan mental.
Meski demikian, burnout dapat dialami siapa saja tanpa memandang usia apabila menghadapi tekanan berkepanjangan yang tidak diimbangi dengan pemulihan yang cukup.
Penyebab Burnout
Burnout biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Berikut beberapa faktor yang dapat memicunya.
Beban kerja yang terlalu tinggi.
Jam kerja yang panjang tanpa istirahat memadai.
Target pekerjaan yang sulit dicapai.
Kurangnya penghargaan atas hasil kerja.
Lingkungan kerja yang tidak sehat.
Konflik dengan rekan kerja atau atasan.
Sulit menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Tekanan akademik yang tinggi pada mahasiswa atau pelajar.
Ciri-ciri Burnout
Gejala burnout dapat muncul secara fisik maupun emosional.
Ciri fisik
Mudah lelah sepanjang hari.
Sulit tidur.
Sering sakit kepala.
Tubuh terasa lemas.
Daya tahan tubuh menurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







