Cara Melindungi Mata dari Abu Vulkanik, Ikuti 7 Tips Ini agar Tidak Iritasi

AKURAT.CO Cara melindungi abu vulkanik yang tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga dapat membuat mata terasa perih, gatal, merah, berair, hingga seperti kemasukan pasir.
Partikel halus dari abu dapat menempel pada permukaan mata dan menyebabkan iritasi.
Karena itu, penting mengetahui cara melindungi mata dari abu vulkanik, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah saat terjadi erupsi atau hujan abu.
Baca Juga: PLTS Makin Kompetitif, SUN Energy Soroti Kendala Regulasi dan Pembiayaan
Cara Melindungi Mata dari Abu Vulkanik
1. Gunakan kacamata pelindung atau goggles
Jika terpaksa harus keluar rumah ketika kondisi udara dipenuhi abu vulkanik, gunakan goggles yang dapat menutup area mata dengan baik.
Kacamata jenis ini membantu mengurangi kemungkinan partikel abu masuk ke mata. Kacamata hitam biasa memberikan perlindungan yang lebih terbatas.
2. Kurangi aktivitas di luar rumah
Cara paling mudah untuk mengurangi paparan abu adalah tetap berada di dalam rumah selama kondisi belum aman.
Tutup pintu dan jendela agar abu dari luar tidak mudah masuk ke dalam ruangan. Jika memang harus keluar, usahakan tidak berada di luar terlalu lama.
Baca Juga: INSW Didorong Jadi Gerbang Tunggal Perdagangan, Pemerintah Pangkas Proses Ekspor-Impor
3. Jangan mengucek mata
Ketika mata terasa gatal atau seperti kemasukan sesuatu, hindari langsung menguceknya.
Kebiasaan tersebut justru dapat membuat partikel abu bergesekan dengan permukaan mata dan menyebabkan iritasi semakin parah.
4. Bilas mata dengan air bersih
Jika abu masuk ke mata dan membuatnya terasa perih atau mengganjal, segera bilas menggunakan air bersih secara perlahan.
Bagi pengguna lensa kontak, sebaiknya lepaskan lensa kontak dengan aman untuk mengurangi risiko iritasi selama mata terkena abu.
5. Hindari menggunakan lensa kontak saat banyak abu
Ketika udara sedang dipenuhi abu vulkanik, penggunaan lensa kontak sebaiknya dikurangi atau dihentikan sementara.
Sebagai alternatif, gunakan kacamata biasa atau goggles untuk membantu melindungi mata.
6. Gunakan masker untuk melindungi pernapasan
Selain melindungi mata, jangan lupa menjaga saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Jika harus berada di luar rumah, gunakan masker.
Respirator N95 yang digunakan dan dipasang dengan benar dapat membantu menyaring partikel kecil di udara sehingga paparan abu yang terhirup bisa dikurangi.
7. Segera periksa jika kondisi mata memburuk
Iritasi ringan biasanya dapat membaik setelah mata dibersihkan dan tidak lagi terpapar abu. Namun, jangan mengabaikan gejala yang lebih serius.
Segera cari pertolongan medis jika mata mengalami nyeri hebat, kemerahan yang parah, penglihatan menjadi kabur, keluar cairan, atau keluhan tidak kunjung membaik.
FAQ
1. Apa saja dampak abu vulkanik pada mata?
Abu vulkanik dapat menyebabkan mata merah, perih, gatal, berair, terasa mengganjal, atau seperti kemasukan pasir.
2. Apakah kacamata hitam bisa melindungi mata dari abu vulkanik?
Kacamata hitam dapat memberikan perlindungan terbatas. Untuk kondisi banyak abu, goggles yang menutup area mata dengan lebih rapat lebih disarankan.
3. Apa yang harus dilakukan jika abu vulkanik masuk ke mata?
Jangan mengucek mata. Segera bilas mata secara perlahan menggunakan air bersih untuk membantu menghilangkan partikel abu.
4. Apakah boleh memakai lensa kontak saat terjadi hujan abu?
Sebaiknya hindari lensa kontak ketika udara dipenuhi abu vulkanik karena dapat meningkatkan rasa tidak nyaman dan iritasi pada mata.
5. Apakah harus memakai masker saat keluar rumah ketika ada abu vulkanik?
Ya. Masker atau respirator yang sesuai, seperti N95 yang terpasang dengan baik, dapat membantu mengurangi paparan partikel abu ke saluran pernapasan.
Kesimpulan
Melindungi mata dari abu vulkanik penting dilakukan untuk mencegah iritasi dan gangguan pada penglihatan.
Gunakan goggles saat harus keluar, kurangi aktivitas di luar ruangan, jangan mengucek mata, dan segera bilas dengan air bersih jika terkena abu.
Hindari pula penggunaan lensa kontak selama kondisi berabu. Jika muncul keluhan berat atau penglihatan terganggu, segera periksakan mata ke tenaga medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








