Influenza A Subclade K Sudah Terdeteksi di 20 Provinsi, Ini Kelompok Usia yang Banyak Ditemukan

AKURAT.CO Influenza A(H3N2) subclade K sudah terdeteksi di Indonesia. Hingga minggu ke-37 2026, pemantauan Kementerian Kesehatan RI mencatat 188 kasus yang tersebar di 20 provinsi, dengan temuan paling banyak berasal dari kelompok usia anak dan remaja.
Temuan ini muncul ketika aktivitas influenza secara umum juga menunjukkan peningkatan dalam surveilans. Per 26 September 2026, proporsi spesimen positif influenza dalam pemantauan influenza-like illness (ILI) mencapai 58,59%, naik dari 53,71% pada minggu sebelumnya.
Secara singkat, Influenza A(H3N2) subclade K telah ditemukan di 20 provinsi Indonesia dengan 188 kasus hingga minggu ke-37 2026. Temuan paling banyak berasal dari kelompok usia 0–4 tahun, 5–9 tahun, dan 10–17 tahun. Wilayah dengan jumlah temuan terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Kasus Influenza Meningkat, Komisi IX Ungkap Kelompok yang Perlu Diwaspadai
Baca Juga: Influenza A Menular Lewat Apa? Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya
Influenza A(H3N2) Subclade K Terdeteksi di 20 Provinsi
Data Kementerian Kesehatan RI per 26 September 2026 menunjukkan Influenza A(H3N2) subclade K telah ditemukan di 20 provinsi. Hingga minggu ke-37, terdapat 188 kasus yang tercatat dalam pemantauan tersebut.
Persebaran tersebut menunjukkan bahwa temuan subclade K tidak hanya tercatat di satu wilayah. Namun, angka 20 provinsi tidak berarti seluruh provinsi tersebut memiliki tingkat kasus yang sama.
Kemenkes mencatat jumlah temuan terbanyak berada di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Narasi data yang tersedia tidak mencantumkan jumlah kasus masing-masing provinsi, sehingga tidak tepat jika ketiganya dibuat sebagai peringkat berdasarkan angka tertentu.
Hal yang juga penting adalah memahami apa yang dimaksud dengan “188 kasus”. Angka tersebut merujuk pada temuan Influenza A(H3N2) subclade K hingga minggu ke-37 2026, bukan jumlah seluruh kasus Influenza A yang terjadi di Indonesia.
Perbedaan ini cukup penting karena pada periode pemantauan yang sama, Kemenkes juga menemukan Influenza A(H1N1)pdm09 dan Influenza A(H3N2) dari spesimen yang diperiksa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







