Jarang Minum Air setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampak yang Bisa Terjadi

AKURAT.CO Kebiasaan melewatkan minum air putih setelah bangun tidur bisa membuat tubuh lebih sulit memenuhi kebutuhan cairan harian.
Padahal, tubuh tetap kehilangan cairan selama tidur melalui pernapasan dan keringat, meskipun tidak melakukan aktivitas fisik.
Mengawali hari dengan minum air putih dapat membantu mengganti cairan yang hilang sekaligus mendukung fungsi tubuh.
Sebaliknya, kekurangan cairan dapat memengaruhi konsentrasi, kenyamanan pencernaan, hingga meningkatkan risiko sakit kepala.
Mengutip publikasi Health pada Sabtu (10/10), ada enam dampak yang dapat terjadi ketika seseorang kurang minum air pada pagi hari.
1. Berisiko Mengalami Dehidrasi
Tubuh kehilangan cairan selama tidur melalui pernapasan dan keringat.
Kehilangan cairan tersebut dapat membuat seseorang terbangun dalam kondisi sedikit dehidrasi, terutama jika asupan air pada hari sebelumnya kurang.
Minum air setelah bangun tidur membantu mengganti cairan yang hilang dan mendukung keseimbangan cairan tubuh.
2. Lebih Sulit Memenuhi Kebutuhan Air Harian
Minum air pada pagi hari dapat menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Kebiasaan ini juga membantu seseorang lebih sadar terhadap asupan air yang perlu dipenuhi.
Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi sejak pagi, seseorang mungkin perlu lebih memperhatikan asupan air pada waktu berikutnya agar tidak kekurangan cairan.
3. Konsentrasi Bisa Menurun
Kekurangan cairan dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, memori jangka pendek, dan suasana hati.
Bahkan, kehilangan cairan tubuh dalam jumlah relatif kecil dapat memengaruhi kinerja kognitif pada sebagian orang.
Karena itu, menjaga hidrasi penting untuk membantu tubuh tetap berfungsi optimal saat memulai aktivitas.
4. Performa Olahraga Dapat Terganggu
Tubuh membutuhkan cairan untuk membantu mengatur suhu dan mendukung fungsi otot selama beraktivitas fisik.
Ketika asupan cairan tidak mencukupi, seseorang dapat lebih mudah merasa lelah dan mengalami penurunan daya tahan saat berolahraga.
Minum air sebelum dan selama latihan membantu menjaga hidrasi, terutama ketika beraktivitas dalam waktu lama atau di lingkungan panas.
5. Pencernaan Menjadi Kurang Lancar
Air berperan dalam membantu proses pencernaan dan menjaga konsistensi tinja.
Asupan cairan yang kurang dapat membuat tinja lebih keras sehingga meningkatkan risiko sembelit atau memperburuk kondisi yang sudah dialami.
Memenuhi kebutuhan cairan harian, disertai konsumsi serat yang cukup dan aktivitas fisik, dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar.
Baca Juga: F1 GP Singapura: Max Verstappen Dominasi Marina Bay, Kimi Antonelli Mendekat ke Gelar Juara Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







