Cara Menyikapi Perbedaan dalam Penentuan Awal Puasa Ramadhan

AKURAT.CO Bulan Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam sistem penanggalan Hijriyah. Pada bulan ini seluruh umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh.
Di Indonesia ada perbedaan cara untuk menentukan awal puasa Ramadhan. Umumnya penentuan awal puasa Ramadhan dilakukan oleh Kementerian Agama yang ditentukan dari rangkaian kegiatan sidang isbat.
Untuk sistem Muhammadiyah, awal puasa Ramadhan ditetapkan pada Senin, 11 Maret 2024. Sedangkan dalam sistem NU dan pemerintah, belum ada informasi resmi mengenai penentuan awal puasa Ramadhan 2024.
Baca Juga: Alasan Kriteria Penentuan Awal Ramadhan di Indonesia Berbeda-beda
Dengan adanya perbedaan dalam penentuan awal puasa Ramadhan ini, bagaimana sikap yang harus kita lakukan?
Dikutip dari NU Online, umat Islam harus menyikapi perbedaan ini secara arif. Yaitu dengan saling memahami satu sama lain akan akar perbedaannya.
Semua harus bisa memahami bahwa perbedaan ini sejatinya bukan termasuk masalah pokok. Namun hanya pada tingkat persoalan cabang (furu'iyah), yang pada dasarnya teks-teks agama atau nash yang menjadi rujukan adalah sama.
Adanya perbedaan pendapat dalam penentuan awal Ramadhan ini tidak perlu diperdebatkan. Karena salah satu makna bulan Ramadhan yaitu sebagai sarana untuk mempersatukan umat.
Baca Juga: Malam Nisfu Sya'ban Malam Ampunan, Umat Islam Dianjurkan Lakukan Istighfar
Kita tidak boleh melahirkan pertentangan dan permusuhan terhadap perbedaan tersebut, sebab Nabi menegaskan perbedaan merupakan rahmat. Kita wajib menoleransi perbedaan yang ada, karena ada alasan yang menyebabkan perbedaan ini terjadi.
Dalam konteks penetapan awal puasa Ramadhan ini, hendaknya kita berempati, bersimpati, dan mengendalikan diri. Sebaiknya kita fokus untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, dan perbanyak ibadah di bulan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






