Akurat Logo

Allianz Gandeng Indra Sjafri, Bawa Anak Nasabah ke Ajang Sepak Bola Internasional di Taiwan

Idham Nur Indrajaya | 19 Agustus 2026, 18:35 WIB
Allianz Gandeng Indra Sjafri, Bawa Anak Nasabah ke Ajang Sepak Bola Internasional di Taiwan
Allianz gandeng Indra Sjafri untuk menyeleksi dan membina pemain muda, termasuk anak nasabah, tampil di Taiwan. - Instagram/indrasjafri_coach

AKURAT.CO Membawa pemain muda ke turnamen sepak bola internasional bukan sekadar menyiapkan keberangkatan dan seragam pertandingan. Ada proses seleksi untuk menemukan pemain yang tepat, pembinaan untuk menyatukan kemampuan, hingga persiapan mental agar mereka siap menghadapi atmosfer kompetisi baru. Proses inilah yang dijalankan Allianz Indonesia bersama Coach Indra Sjafri sebelum membawa tim mudanya ke Taiwan.

Allianz Indonesia berpartisipasi dalam Allianz Junior World Cup di Taipei, Taiwan, pada 30 Juli–3 Agustus 2026. Tim yang dibawa terdiri dari 10 pemain berusia 12–16 tahun, termasuk empat anak nasabah Allianz Indonesia.

Sebelum bertanding, para pemain menjalani pelatihan intensif selama lima hari di bawah arahan Coach Indra Sjafri dan Coach Barry Sidik. Tim tersebut kemudian menunjukkan performa solid hingga berhasil menjadi pemenang Allianz Junior World Cup.

Ringkasan

Allianz Indonesia menggandeng Coach Indra Sjafri dalam proses seleksi dan persiapan tim muda yang tampil di Allianz Junior World Cup 2026 di Taipei, Taiwan. Tim tersebut terdiri dari 10 pemain berusia 12–16 tahun, termasuk empat anak nasabah Allianz. Para pemain menjalani latihan teknik, fisik, taktik, team building, serta pembinaan mental sebelum bertanding dan akhirnya membawa pulang gelar juara.

Mengapa Allianz gandeng Indra Sjafri untuk bawa pemain muda ke Taiwan?

Keterlibatan Coach Indra Sjafri menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan tim Allianz Indonesia menuju Allianz Junior World Cup. Pelatih yang memiliki pengalaman menangani sepak bola nasional tersebut terlibat dalam proses seleksi pemain sekaligus memberikan arahan dalam masa persiapan.

Bagi pemain usia 12–16 tahun, kemampuan mengolah bola bukan satu-satunya pertimbangan untuk tampil di kompetisi internasional. Pemain juga harus mampu beradaptasi dengan rekan satu tim, mengikuti instruksi, menjaga disiplin, dan memiliki kesiapan mental.

Karena itu, seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, yakni kemampuan teknis, kedisiplinan, kerja sama tim, semangat sportivitas, dan kesiapan mental.

Pendekatan tersebut membuat kolaborasi Allianz dan Indra Sjafri memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan nama pelatih terkenal. Ada fungsi kurasi dan pembinaan yang menjadi bagian dari proses mempersiapkan pemain muda sebelum mereka tampil di luar negeri.

Dengan kata lain, perjalanan menuju Taiwan dimulai jauh sebelum para pemain menginjakkan kaki di Taipei.

Baca Juga: Tumbuh 10 Persen, Bisnis Asuransi Syariah Allianz Lampaui Pertumbuhan Grup

Baca Juga: Demam Marathon dan Hyrox Meluas, Allianz Catat Ribuan Kasus Cedera Lutut

Apa peran Indra Sjafri dalam tim Allianz Indonesia?

Coach Indra Sjafri terlibat dalam proses seleksi bersama Allianz Indonesia. Setelah tim terbentuk, ia juga menjadi bagian dari program pelatihan intensif sebelum keberangkatan.

Dalam proses tersebut, pemain tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis. Mereka dipersiapkan agar mampu bermain sebagai satu kesatuan meskipun berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) dan latar belakang.

Coach Indra Sjafri menekankan bahwa sepak bola usia muda memiliki dimensi pembinaan karakter.

“Sepak bola bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang karakter, mental, disiplin, dan kerja sama tim," ujar Indra melalui catatan tertulis Allianz Indonesia yang diterima AKURAT.CO, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut sejalan dengan materi persiapan yang diberikan kepada tim Allianz Indonesia. Latihan mencakup aspek teknis dan fisik, tetapi juga team building, komunikasi, disiplin, serta mental.

Pendekatan tersebut penting karena pemain muda yang memiliki kemampuan individu bagus belum tentu langsung mampu bermain efektif sebagai bagian dari tim baru.

Mereka harus belajar memahami peran masing-masing, membangun komunikasi dengan pemain lain, dan mengikuti strategi yang telah disiapkan pelatih.

Bagaimana proses seleksi pemain muda Allianz?

Tim Allianz Indonesia terdiri dari 10 pemain muda berusia 12–16 tahun. Mereka berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola serta keluarga nasabah Allianz Indonesia.

Proses seleksi bersama Coach Indra Sjafri mempertimbangkan lima aspek utama:

  • kemampuan teknis sepak bola;

  • kedisiplinan;

  • kerja sama tim;

  • semangat sportivitas;

  • kesiapan mental.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa seleksi tidak semata-mata mencari pemain yang paling menonjol secara individu.

Seorang pemain yang memiliki kemampuan teknik bagus tetap perlu menunjukkan kemampuan bekerja sama dan mengikuti sistem permainan. Dalam pertandingan internasional, kemampuan beradaptasi dengan situasi baru juga menjadi bagian dari kesiapan pemain.

Hal ini menjadi penting karena tim Allianz Indonesia tidak dibentuk dari satu SSB yang sudah terbiasa bermain bersama. Para pemain datang dari latar belakang yang berbeda dan kemudian dipersatukan untuk mewakili Allianz Indonesia dalam satu kompetisi.

Proses seleksi tersebut sekaligus memberikan konteks penting mengenai keterlibatan empat anak nasabah Allianz.

Empat anak nasabah Allianz ikut dalam tim ke Taiwan

Dari 10 pemain yang tergabung dalam tim Allianz Indonesia, empat di antaranya merupakan anak nasabah Allianz Indonesia.

Keenam pemain lainnya berasal dari berbagai sekolah sepak bola. Seluruhnya kemudian dipersiapkan sebagai satu tim untuk mengikuti Allianz Junior World Cup.

Allianz Indonesia tidak merinci dalam keterangan yang diberikan mengenai nama empat pemain yang merupakan anak nasabah. Karena itu, identitas mereka tidak dapat ditentukan hanya dengan mencocokkan daftar 10 pemain yang diumumkan perusahaan.

Kesepuluh pemain tersebut adalah Muhammad Rafky Aldani, Ahmad Daffa Syahla, Aimar Al Adlu, Rama Ghaisan Mahardika, Muhammad Hudai Roby, Aransha Keenan Rayyandra, Nathanael Ryan Suhendar, Harun Kadir, Ostin Tan, dan Kenneth Reinhart Joachim.

Yang menarik dari komposisi ini bukan hanya jumlah empat anak nasabah, tetapi bagaimana mereka berada dalam satu tim bersama pemain dari berbagai latar belakang.

Status sebagai anak nasabah menjadi bagian dari cerita program, sementara pembentukan tim tetap melalui proses seleksi dan persiapan yang mempertimbangkan kemampuan serta kesiapan setiap pemain.

Lima hari pelatihan menjadi bekal sebelum bertanding

Setelah proses seleksi, para pemain menjalani pelatihan intensif selama lima hari pada akhir Juli 2026 sebelum bertolak ke Taiwan.

Pelatihan tersebut dipimpin Coach Indra Sjafri bersama Coach Barry Sidik, pelatih sepak bola profesional.

Materi latihan cukup beragam, mulai dari kemampuan teknis hingga aspek nonteknis. Para pemain mendapatkan latihan teknik dasar sepak bola serta latihan fisik untuk meningkatkan stamina, kecepatan, dan kelincahan.

Mereka juga mempelajari taktik permainan dan mengikuti simulasi pertandingan.

Pada tahap ini, team building menjadi bagian penting. Pemain dari berbagai SSB harus membangun pemahaman satu sama lain dalam waktu yang relatif singkat.

Pembinaan mental, disiplin, dan komunikasi juga diberikan agar mereka tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mampu menghadapi tuntutan kompetisi internasional.

Jika dibayangkan dari sudut pandang pemain muda, tantangannya cukup berbeda dari latihan rutin di SSB. Pemain harus memahami instruksi pelatih, beradaptasi dengan gaya bermain rekan baru, sekaligus menjaga performa ketika berada dalam lingkungan yang belum familiar.

Lima hari pelatihan tersebut menjadi jembatan antara proses seleksi dan pertandingan sebenarnya.

Apa yang dipelajari pemain muda dari kompetisi internasional?

Allianz Junior World Cup memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pertandingan yang hanya berlangsung di lingkungan domestik.

Para pemain berkesempatan merasakan atmosfer kompetisi internasional, bertukar pengalaman, membangun persahabatan lintas negara, dan memperluas wawasan mengenai sepak bola.

Coach Indra Sjafri melihat pengalaman semacam ini sebagai bagian penting dari proses pengembangan pemain muda.

“Kesempatan untuk bertanding di tingkat internasional seperti ini sangat penting karena dapat membuka wawasan mereka, meningkatkan rasa percaya diri, dan memberikan pengalaman yang akan berguna bagi perkembangan mereka ke depan," katanya.

Nilai pengalaman tersebut tidak hanya terletak pada hasil pertandingan. Pemain usia 12–16 tahun juga belajar menghadapi lingkungan baru dan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Pengalaman internasional dapat menjadi bekal untuk membangun keberanian dan kemampuan beradaptasi. Namun, hal tersebut tidak berarti setiap pemain otomatis akan menjadi pesepak bola profesional.

Justru di level usia muda, pengalaman proses dapat menjadi bagian penting dari perjalanan pembentukan karakter.

Mengapa Allianz melibatkan anak nasabah dalam program sepak bola?

Keterlibatan empat anak nasabah memberikan dimensi lain dalam program Allianz.

Sebagai perusahaan asuransi, hubungan Allianz dengan nasabah secara umum berkaitan dengan perlindungan terhadap berbagai risiko. Melalui program ini, hubungan tersebut bersentuhan dengan aspek lain dalam kehidupan keluarga, yakni minat dan perkembangan anak.

Country Manager & Presiden Direktur Allianz Life Indonesia Alexander Grenz mengatakan perusahaan melihat perlindungan dengan cakupan yang lebih luas.

“Kami percaya bahwa perlindungan masa depan tidak terbatas pada keamanan finansial," ujar Grenz.

Ia melanjutkan bahwa perlindungan dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk membuka peluang bagi generasi berikutnya.

"Ketika keluarga memiliki perlindungan dalam menghadapi berbagai ketidakpastian hidup, mereka dapat lebih fokus membuka peluang yang mendukung generasi berikutnya untuk berkembang, berprestasi, dan meraih kesuksesan.”

Dalam konteks program ini, gagasan tersebut diterjemahkan melalui pengalaman sepak bola. Anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan minat, mengikuti pembinaan, dan merasakan kompetisi internasional.

Program tersebut tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai bukti peningkatan loyalitas atau kepuasan nasabah karena tidak ada data yang menyatakan hal tersebut. Namun, dari sisi customer engagement, keterlibatan anak nasabah memberikan bentuk interaksi yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga.

Perusahaan tidak hanya hadir dalam konteks produk, tetapi juga melalui sebuah pengalaman yang berkaitan dengan minat generasi berikutnya.

Dari MoveNow 2025 menuju panggung internasional

Allianz Junior World Cup 2026 juga tidak berdiri sebagai program yang terpisah dari inisiatif sebelumnya.

Allianz menyebut partisipasi tersebut melanjutkan semangat MoveNow Camp – Indonesia Edition 2025, program pelatihan sepak bola intensif bagi generasi muda Indonesia.

MoveNow mendorong generasi muda untuk aktif bergerak, menerapkan gaya hidup sehat, membangun keterampilan sosial, dan meningkatkan rasa percaya diri melalui sepak bola.

Jika dirangkai, perjalanan program tersebut memperlihatkan pola:

aktivitas olahraga → pembinaan → seleksi → pelatihan → pembentukan tim → kompetisi internasional.

Kemenangan di Taiwan kemudian menjadi hasil dari rangkaian tersebut.

Perspektif ini penting karena pengembangan talenta muda tidak selesai dalam satu pertandingan. Kemampuan teknis perlu disertai pengalaman, sementara pengalaman membutuhkan ruang untuk dipraktikkan.

Tim Allianz Indonesia akhirnya menjadi juara di Taiwan

Seluruh proses tersebut berujung pada pencapaian tim Allianz Indonesia sebagai pemenang Allianz Junior World Cup.

Allianz menyebut tim muda Indonesia menunjukkan performa yang solid hingga berhasil keluar sebagai juara dalam ajang yang berlangsung di Taipei tersebut.

Bagi pemain, kemenangan menjadi pencapaian yang tentu penting. Namun, nilai program tidak berhenti pada trofi.

Ada pengalaman lima hari pelatihan, proses membangun kekompakan, persiapan mental, keberangkatan ke luar negeri, interaksi lintas negara, dan pertandingan dalam atmosfer internasional.

Dengan demikian, kemenangan dapat dipandang sebagai output dari proses yang lebih panjang.

Apa makna kolaborasi Allianz dan Indra Sjafri bagi keluarga?

Kolaborasi Allianz dan Indra Sjafri memperlihatkan bagaimana program pengembangan talenta dapat dirancang melalui kombinasi antara akses dan pembinaan.

Allianz menyediakan dukungan program dan ruang bagi pemain untuk mengikuti kompetisi. Sementara itu, pengalaman serta kapasitas kepelatihan Indra Sjafri digunakan dalam proses seleksi dan persiapan tim.

Bagi keluarga nasabah, keterlibatan empat anak dalam tim memberikan pengalaman yang berbeda. Anak tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga di lingkungan lokal, tetapi mendapatkan kesempatan untuk membawa minat tersebut ke panggung internasional.

Pada titik ini, sepak bola menjadi medium yang menghubungkan beberapa kebutuhan sekaligus: aktivitas fisik, pengembangan keterampilan sosial, pembentukan karakter, dan pengalaman kompetisi.

Pendekatan tersebut juga membuat makna “perlindungan” yang disampaikan Allianz memiliki konteks yang lebih luas. Perlindungan finansial tetap menjadi fondasi, sementara dukungan terhadap peluang pengembangan anak menjadi sisi lain dari bagaimana perusahaan ingin mendampingi keluarga.

One Allianz membuka pengalaman lintas negara

Kompetisi di Taipei juga memperlihatkan dimensi kolaborasi lintas negara dalam ekosistem Allianz.

Allianz Junior World Cup diselenggarakan oleh Allianz Life Taiwan. Allianz Indonesia kemudian berpartisipasi dengan membawa tim muda yang telah menjalani proses seleksi dan pembinaan di Indonesia.

Bagi pemain muda, kolaborasi tersebut menciptakan kesempatan untuk merasakan lingkungan sepak bola di luar negeri.

Bagi Allianz, program ini menjadi salah satu bentuk implementasi semangat One Allianz melalui kegiatan yang mempertemukan berbagai bagian dalam ekosistem perusahaan di negara berbeda.

Pada akhirnya, kisah tim Allianz Indonesia di Taiwan bukan hanya tentang sebuah kemenangan.

Ada Coach Indra Sjafri yang terlibat dalam proses seleksi dan pembinaan. Ada 10 pemain muda yang harus belajar menjadi satu tim. Ada empat anak nasabah Allianz yang mendapatkan pengalaman internasional. Ada lima hari persiapan intensif sebelum bertanding.

Semua proses tersebut kemudian bermuara pada satu pencapaian: tim Allianz Indonesia keluar sebagai pemenang Allianz Junior World Cup 2026.

Bagi Allianz, kolaborasi ini memperlihatkan pendekatan yang mencoba menghubungkan perlindungan dengan peluang bagi generasi berikutnya. Bagi pemain muda, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar bahwa perjalanan menuju kompetisi internasional tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga latihan, disiplin, kerja sama, mental, dan keberanian menghadapi lingkungan baru.

Baca Juga: 60,7% Klaim Asuransi Mobil Allianz Dipicu Tabrakan Antar-Kendaraan

Baca Juga: Bukan Kendaraan, Asuransi Tanggung Gugat Jadi Penyumbang Terbesar Premi Allianz Utama

FAQ

Mengapa Allianz menggandeng Indra Sjafri?

Allianz Indonesia menggandeng Coach Indra Sjafri dalam proses seleksi dan persiapan tim muda yang tampil di Allianz Junior World Cup 2026. Pengalamannya dalam pembinaan sepak bola digunakan dalam proses menilai kemampuan teknis, kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan kesiapan mental pemain sebelum mereka bertanding di tingkat internasional.

Apa peran Indra Sjafri dalam tim Allianz Indonesia?

Indra Sjafri terlibat dalam proses seleksi pemain dan memberikan arahan dalam pelatihan sebelum keberangkatan ke Taiwan. Bersama Coach Barry Sidik, ia membantu mempersiapkan pemain melalui latihan teknik, fisik, taktik, simulasi pertandingan, team building, serta pembinaan mental, disiplin, dan komunikasi.

Berapa anak nasabah Allianz yang ikut ke Taiwan?

Empat dari 10 pemain yang tergabung dalam tim Allianz Indonesia merupakan anak nasabah Allianz Indonesia. Mereka bergabung dengan enam pemain muda lainnya yang berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola. Allianz tidak merinci nama keempat anak nasabah tersebut dalam keterangan yang diberikan.

Apa saja persiapan tim Allianz Indonesia sebelum bertanding?

Tim Allianz Indonesia menjalani pelatihan intensif selama lima hari pada akhir Juli 2026. Materinya mencakup teknik dasar sepak bola, latihan fisik untuk stamina, kecepatan dan kelincahan, taktik, simulasi pertandingan, team building, mental, disiplin, serta komunikasi.

Apa itu Allianz Junior World Cup?

Allianz Junior World Cup merupakan ajang sepak bola usia muda yang pada 2026 berlangsung di Taipei, Taiwan, pada 30 Juli–3 Agustus. Allianz Indonesia berpartisipasi dengan tim berisi 10 pemain berusia 12–16 tahun. Tim tersebut kemudian berhasil menjadi pemenang dalam ajang tersebut.

Apa manfaat pengalaman internasional bagi pemain muda?

Pengalaman internasional memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi di luar negeri, bertukar pengalaman, membangun persahabatan lintas negara, serta memperluas wawasan. Coach Indra Sjafri menilai pengalaman tersebut dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi bekal bagi perkembangan pemain ke depan.

Apa hubungan program ini dengan MoveNow Allianz?

Partisipasi Allianz Indonesia di Allianz Junior World Cup 2026 melanjutkan semangat MoveNow Camp – Indonesia Edition 2025. Program tersebut mendorong generasi muda untuk aktif bergerak, menjalani gaya hidup sehat, membangun keterampilan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan potensi melalui sepak bola.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.