Belum Tentukan Waktu, IDF Telah Putuskan Jenis Serangan Balik Terhadap Iran

AKURAT.CO Israel Defense Forces (IDF) telah memutuskan cara untuk melakukan serangan balik terhadap Iran dan proksinya. Akan tetapi, mereka belum memutuskan waktunya. Sebab waktu tersebut masih berubah-ubah serta memiliki persiapan yang rumit, sehingga keputusan ini dapat berubah.
Dikutip dari The Jerusalem Post, terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa Tel Aviv masih berusaha untuk meredam serangan Iran agar tidak berkembang menjadi perang regional. Meskipun demikian, perkembangan dari keputusan tersebut telah menunjukkan adanya keseriusan Israel untuk menyerang balik.
Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Herzi Halevi telah mengisyaratkan bahwa waktu serangan balik Israel tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Hal ini dikatakan Halevi dalam kunjungannya ke pangkalan pertahanan udara Arrow dari Batalyon 136.
Selain itu, Halevi dan pejabat Israel yang lain juga dikatakan masih menjaga jadwal rutin mereka sebagai bagian dari upaya mengelabui Iran dan proksinya agar mereka menurunkan kewaspadaan. Isyarat ini kemudian menunjukkan bahwa serangan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Serangan ini bahkan dapat ditunda lebih lama lagi.
Adapun sejauh ini, terdapat berbagai spekulasi mengenai opsi-opsi penyerangan balik, seperti menyerang fasilitas Iran secara langsung, menyerang fasilitas pesawat tak berawak atau rudal balistik, hingga opsi-opsi terbatas seperti membunuh orang-orang tertentu dan menghukum IRGC di luar negeri, ataupun gabungan dari kedua opsi tersebut disertai dengan serangan siber yang besar.
Sebelumnya, Iran dikabarkan telah melancarkan serangan langsung terhadap Israel dengan menembakkan lebih dari 300 rudal dan drone, pada Sabtu (13/4/2024) malam.
Para pejabat Israel telah memperkirakan adanya 300-350 ancaman udara, termasuk sekitar 120 rudal balistik, 170 pesawat tanpa awak, serta 30 rudal jelajah. Selain itu, Hizbullah juga berpartisipasi menembakan roket. Terdapat pula kelompok-kelompok milisi yang kemungkinan besar berpartisipasi seperti Yaman, Suriah, dan Irak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






