Apa Hukum Sumpah Pocong dalam Islam? Bagaimana Konsekuensinya bagi yang Berbohong?

AKURAT.CO Sumpah pocong merupakan sebuah tradisi atau amalan dalam masyarakat yang berkaitan dengan upaya membuktikan kebenaran sebuah pernyataan atau janji dengan cara yang dianggap memiliki kekuatan spiritual tertentu.
Dalam konteks Islam, penting untuk memahami bahwa hukum sumpah pocong tidak dikenal dalam syariat Islam dan tidak memiliki dasar yang sahih dalam ajaran Islam.
Sebagai gantinya, Islam mengajarkan konsep sumpah dan janji dalam konteks yang sesuai dengan ajaran agama.
Dalam Islam, sumpah atau janji biasanya dilakukan dengan nama Allah, seperti dalam sabda Rasulullah SAW:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (QS. An-Nisa: 1)
"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
Baca Juga: Bolehkah Bisnis Tali Pocong untuk Pesugihan dalam Perspektif Islam?
Sumpah pocong, yang sering kali mengaitkan diri dengan unsur mistis atau kekuatan spiritual yang tidak ada dalam ajaran Islam, tidak diakui sebagai bentuk sumpah yang sah dalam syariat.
Islam melarang penggunaan metode yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama dalam konteks sumpah atau janji.
Dalam Islam, berbohong atau melakukan sumpah palsu merupakan dosa besar. Rasulullah SAW bersabda:
كَفَرَ الْمُؤْمِنُ إِذَا كَذَبَ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
"Orang yang beriman tidak akan berbohong."
Orang yang melakukan sumpah palsu atau berbohong dalam sumpah akan menghadapi konsekuensi serius. Allah berfirman:
إِنَّمَا يَفْتَرِي ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ ٱللَّهِ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ ٱلْكَاذِبُونَ (QS. An-Nahl: 105)
"Sesungguhnya yang mengatakan dusta adalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Mereka itulah orang-orang yang berdusta."
Orang yang berbohong dalam sumpah, termasuk yang menggunakan metode seperti sumpah pocong, akan mendapatkan balasan yang berat dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW juga mengingatkan:
مَنِ احْتَجَرَ حَجْرًا فِي الْأَرْضِ فَقَدِ ٱخْتَلَفَ عَلَيْهِ (HR. Al-Bukhari).
"Siapa yang melakukan penipuan dalam berjanji, maka ia telah melakukan pengkhianatan."
Oleh karena itu, sumpah pocong dan praktik serupa yang tidak berdasar dalam ajaran Islam seharusnya dihindari.
Sebagai gantinya, umat Islam harus mengikuti ajaran yang sesuai dengan syariat dan menjauhi segala bentuk praktik yang tidak memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan Sunnah.
Baca Juga: 5 Fakta Film Do You See What I See, Diangkat dari Kisah Nyata Wanita yang Pacaran dengan Pocong!
Sumpah pocong tidak memiliki dasar yang sahih dalam Islam dan dianggap sebagai amalan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariat.
Islam mengajarkan bahwa sumpah harus dilakukan dengan nama Allah dan setiap bentuk sumpah atau janji harus dilakukan dengan niat yang jujur.
Berbohong dalam sumpah, termasuk menggunakan praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, akan mendapatkan konsekuensi berat menurut syariat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









