MUI Jatim Nilai Aksi Gus Elham Cium Anak Perempuan Haram dan Tak Wajar

AKURAT.CO Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengecam tindakan Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, ulama muda asal Kediri, yang viral setelah videonya mencium anak-anak perempuan tersebar luas di media sosial.
Sekretaris MUI Jatim, KH Hasan Ubaidillah, menyebut perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang pendakwah dan bertentangan dengan tuntunan Rasulullah. Ia menegaskan bahwa ekspresi kasih sayang terhadap anak kecil memang diajarkan dalam Islam, tetapi ada batas-batas yang harus dijaga.
“Rasulullah mencontohkan mencium cucunya di pipi atau kening sebagai bentuk kasih sayang. Tapi kalau mencium bibir atau bertindak di luar batas kewajaran, apalagi di depan publik, itu sudah tidak sesuai dengan adab dan syariat,” ujar Hasan kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga: Kuota Haji Kabupaten Bogor 2026 Turun Drastis, Akibat Aturan Baru Kemenhaj?
Menurutnya, mencium anak perempuan yang sudah mencapai usia tamyiz atau telah mampu membedakan baik dan buruk hukumnya haram, terlebih bila bukan mahram. Ia menilai wajar jika masyarakat merasa tidak nyaman karena publik memiliki standar etika dan kesopanan yang harus dijaga oleh tokoh agama.
“Ketika ada reaksi masyarakat, itu bentuk kontrol sosial. Karena masyarakat punya standar etika, kesopanan, dan keadaban umum, terutama terhadap tokoh agama,” lanjutnya.
Hasan juga menyesalkan tindakan tersebut dilakukan dalam forum keagamaan yang seharusnya menjadi ruang edukasi dan keteladanan. Ia menyebut aksi semacam itu tidak pantas secara moral, etika publik, maupun syariat.
MUI Jawa Timur memandang kasus ini sebagai pelajaran penting agar para pendakwah lebih berhati-hati dalam berdakwah di ruang publik dan tetap menjaga muruah sebagai tokoh agama. Meski demikian, MUI tidak berencana memberikan teguran resmi kepada Gus Elham karena yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Permintaan maaf itu bisa dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. Kita harap para pendakwah ke depan bisa lebih menyejukkan dan berhati-hati dalam berdakwah,” kata Hasan.
Sebelumnya, Gus Elham menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah videonya menuai kecaman publik. Ia mengakui perbuatannya sebagai kekhilafan dan berjanji memperbaiki cara berdakwahnya agar lebih bijak dan sesuai dengan nilai agama serta budaya bangsa.
Baca Juga: Kontroversi Gus Elham Yahya: Viral Video Mencium Anak, Dikecam Publik dan Ditegur Sesama Ulama
“Saya berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang, dan akan berdakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai norma agama dan etika bangsa,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








