Akurat Logo

Tanda-tanda Orang Hajinya Mabrur Apa Saja? Catat, Ini Beberapa Indikasinya!

Lufaefi | 8 Juni 2026, 09:00 WIB
Tanda-tanda Orang Hajinya Mabrur Apa Saja? Catat, Ini Beberapa Indikasinya!
Jemaah haji Indonesia bersama Menteri Haji Gus Irfan Yusuf (ANTARA)

AKURAT.CO Menjadi haji mabrur adalah harapan terbesar setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji. Predikat ini begitu istimewa karena Rasulullah SAW menjanjikan balasan yang luar biasa bagi orang yang memperoleh kemabruran dalam hajinya.

Rasulullah SAW bersabda:

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

"Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga." (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang memperoleh haji yang mabrur? Para ulama menjelaskan bahwa kemabruran haji tidak diukur dari banyaknya oleh-oleh yang dibawa pulang, gelar haji yang disandang, atau pakaian yang dikenakan. Haji mabrur lebih terlihat dari perubahan sikap dan kualitas kehidupan setelah kembali dari Tanah Suci.

Berikut beberapa tanda yang sering disebut para ulama sebagai indikasi haji mabrur.

  1. Semakin Rajin Beribadah

Tanda pertama yang paling mudah dikenali adalah meningkatnya kualitas ibadah seseorang. Setelah berhaji, ia menjadi lebih disiplin dalam menjaga salat lima waktu, lebih sering membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir, serta lebih dekat kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

"Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan ketakwaan kepada mereka." (QS. Muhammad: 17)

Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu tanda diterimanya amal adalah bertambahnya petunjuk dan ketakwaan setelah melaksanakannya.

  1. Akhlaknya Menjadi Lebih Baik

Ibadah haji mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, dan pengendalian diri. Karena itu, orang yang hajinya mabrur biasanya menjadi lebih santun dalam berbicara, lebih sabar menghadapi masalah, serta lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

"Barang siapa menunaikan haji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggambarkan bahwa haji yang diterima akan melahirkan pribadi yang lebih bersih dan lebih baik akhlaknya.

Baca Juga: Menhaj Pulang ke Indonesia, Evaluasi Haji 2026 Jangan Sekadar Formalitas!

  1. Menjauhi Maksiat dan Kebiasaan Buruk

Salah satu indikator penting haji mabrur adalah meninggalkan dosa-dosa yang dahulu sering dilakukan. Jika sebelum berhaji seseorang mudah berbohong, menggunjing, atau melakukan perbuatan yang dilarang agama, maka setelah berhaji ia berusaha sungguh-sungguh untuk meninggalkannya.

Perubahan ini menjadi bukti bahwa ibadah haji telah memberikan pengaruh nyata dalam kehidupannya.

  1. Semakin Peduli kepada Sesama

Haji mempertemukan jutaan manusia dari berbagai bangsa dan latar belakang. Pengalaman tersebut biasanya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial yang lebih tinggi.

Orang yang hajinya mabrur akan lebih ringan membantu orang lain, lebih peduli terhadap fakir miskin, serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad)

  1. Menjadi Lebih Rendah Hati

Meski telah menyandang gelar haji, orang yang hajinya mabrur tidak merasa lebih mulia dibandingkan orang lain. Justru ia semakin menyadari kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT.

Kerendahan hati menjadi salah satu buah dari perjalanan spiritual yang mendalam selama berada di Tanah Suci.

  1. Amanah dan Jujur dalam Kehidupan

Kemabruran haji juga tercermin dalam perilaku sehari-hari. Ia berusaha menjaga kejujuran dalam bekerja, menepati janji, serta menghindari segala bentuk kecurangan.

Nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji tidak berhenti di masjid, tetapi dibawa ke lingkungan keluarga, tempat kerja, dan masyarakat.

  1. Gemar Melakukan Amal Kebaikan

Para ulama menjelaskan bahwa salah satu tanda diterimanya suatu amal adalah munculnya amal saleh berikutnya. Karena itu, orang yang hajinya mabrur biasanya semakin bersemangat melakukan berbagai kebaikan.

Ia lebih rajin bersedekah, menghadiri majelis ilmu, membantu kegiatan masjid, dan mendukung berbagai aktivitas yang membawa manfaat bagi umat.

  1. Kehidupannya Menjadi Lebih Terarah kepada Akhirat

Imam Hasan Al-Bashri menjelaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang menjadikan seseorang lebih zuhud terhadap dunia dan lebih mencintai kehidupan akhirat.

Baca Juga: Jumlah Kuota Dijadikan Alasan Indonesia Tak Juara Penyelenggaraan Haji, Padahal Pakistan Juara Berturut-turut

Bukan berarti meninggalkan dunia, tetapi menjadikan dunia sebagai sarana untuk meraih ridha Allah SWT. Orientasi hidupnya tidak lagi semata-mata mengejar materi, melainkan juga memperbanyak bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Pada akhirnya, kemabruran haji merupakan rahasia Allah SWT. Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan bahwa dirinya telah memperoleh predikat tersebut. Namun, para ulama sepakat bahwa perubahan positif setelah berhaji merupakan tanda yang patut disyukuri.

Karena itu, ukuran keberhasilan haji tidak hanya terletak pada selesainya rangkaian ritual di Tanah Suci, tetapi pada sejauh mana ibadah tersebut mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih taat, lebih baik akhlaknya, lebih peduli kepada sesama, dan lebih dekat kepada Allah SWT sepanjang hidupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi