BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini

AKURAT.CO Wacana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang berencana berkeliling ke berbagai daerah dinilai berpotensi memperpanjang dinamika politik nasional di tengah kebutuhan masyarakat terhadap fokus pembangunan dan realisasi program pemerintahan.
Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, menilai, kontestasi politik semestinya telah berakhir setelah pelaksanaan Pemilu dan Pilpres.
Menurutnya, energi bangsa saat ini seharusnya diarahkan untuk mengisi hasil demokrasi melalui pembangunan dan pemenuhan janji-janji politik kepada masyarakat.
"Jadi ini kan kita kayak dipecah gitu ya, konsentrasi untuk membangun, mengisi hasil pemilu kan pembangunan. Ini mestinya politiknya end dulu. Nah kalau begini politik enggak end, on terus," kata Siti kepada wartawan usai rapat bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Siti, kondisi politik yang terus berlangsung tanpa jeda dapat berdampak kurang baik terhadap kualitas demokrasi.
Ia khawatir masyarakat akan terus terseret ke dalam dinamika politik meski belum memasuki masa kompetisi elektoral berikutnya.
"Lah tanda-tanda politik on itu masyarakat enggak sehat nanti. Indonesia enggak sehat. Karena ditarik ke politik melulu. Belum waktunya berkompetisi, didatangkan kompetisi lebih awal. Rusak kita," ujarnya.
Siti menilai apabila agenda tersebut ditujukan untuk konsolidasi internal partai, maka pelaksanaannya sebaiknya dilakukan secara proporsional tanpa menimbulkan kesan mobilisasi politik yang berlebihan.
Baca Juga: Siti Zuhro: Kunjungan Politik Jokowi ke Daerah Sudah ‘Jadul’
"Kalau mau melakukan konsolidasi di internal partai, lakukan biasa saja, enggak usah pakai yang wah-wah kayak gitu," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas politik yang terlalu dini berpotensi mengganggu konsentrasi lembaga-lembaga negara, baik eksekutif maupun legislatif, yang saat ini seharusnya fokus menjalankan agenda pemerintahan dan pembangunan.
Menurutnya, masyarakat saat ini lebih menunggu realisasi berbagai janji politik yang pernah disampaikan kepada publik dibandingkan manuver-manuver politik baru.
"Padahal khususnya yang diminta sekarang, janjimu mana? Kan begitu. Namanya juga pilpres langsung, janjimu mana Pak?" ujarnya.
Karena itu, Siti meminta seluruh elite politik untuk mengedepankan agenda pembangunan dan tidak menambah ketegangan politik yang dapat membebani masyarakat.
"Jadi jangan ditambah-tambah lagi tarikan politik tadi itu supaya tidak membuat rakyat marah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










