Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata seyogyanya menjadi salah satu garda depan dalam membantu memperkuat nilai tukar rupiah.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, seharusnya dapat berperan lebih besar dalam membantu perekonomian nasional. Di tengah tekanan ekonomi global dan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang, nilai rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS, harusnya Kementerian Pariwisata menjadi garda terdepan untuk mendongkrak ekonomi dan nilai rupiah," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, saat dihubungi Akurat.co, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, pelemahan rupiah dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan memperkuat cadangan devisa negara.
"Sebagai seorang menteri, harusnya bisa membaca dan melihat peluang meski di tengah krisis sekalipun. Dengan melemahnya nilai rupiah, harusnya menteri pariwisata bisa memaksimalkan potensi pariwisata. Terutama bagaimana membuat wisatawan asing banyak yang masuk berwisata di Indonesia, sehingga bisa menambah dan memperkuat devisa kita," jelas Iwan.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Pariwisata Buka Lapangan Kerja Baru dan Perkuat Ekonomi Desa
Ia menyoroti kinerja Kementerian Pariwisata yang belum menunjukkan arah jelas. Bahkan, sejumlah kebijakan dan pernyataan memunculkan kontroversi sehingga membuat kegaduhan di ruang publik.
"Secara kinerja juga, kita sebagai publik bisa menilai bahwa menteri pariwisata ini kerjanya memang tidak jelas. Justru membuat banyak blunder dan kontroversi yang membuat gaduh di tengah masyarakat. Menteri pariwisata adalah salah satu menteri yang justru menjadi beban Istana," beber Iwan.
Menteri pariwisata belum menunjukkan sensitivitas yang memadai terhadap situasi ekonomi nasional yang sedang dihadapi masyarakat.
"Namun demikian, saya melihat menteri pariwisata ini juga tidak memiliki sense of crisis. Untuk itu, saya kira menteri pariwisata sudah memenuhi syarat untuk di-reshuffle," katanya.
Karena itu, Iwan menilai menteri pariwisata layak masuk daftar prioritas yang perlu dievaluasi dalam momentum reshuffle Kabinet Merah Putih.
Baca Juga: Sampaikan LHKPN, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Punya Harta Rp5,4 Triliun
Penilaian tersebut tidak hanya didasarkan pada aspek personal, melainkan kapasitas dan kinerja Widiyanti Putri Wardhana selama memimpin Kementerian Pariwisata.
"Pada beberapa kesempatan, saya sering mengatakan bahwa kalau ada momentum reshuffle kabinet, salah satu menteri yang menempati list paling atas untuk di-reshuffle adalah menteri pariwisata," ujar Iwan.
"Bukan kita ingin memojokkan atau menyerang secara personal tetapi secara kapasitas beliau tidak cocok jadi menteri pariwisata. Mungkin cocok di tempat lain," tambahnya menegaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








