Kemenhaj Kawal CAT Petugas Haji 2027, Suap dan Percaloan Dipastikan Diawasi

AKURAT.CO Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengawal pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2027.
Pengawasan dilakukan langsung oleh Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi bersama jajaran Inspektorat Jenderal di sejumlah lokasi pelaksanaan CAT.
Ketua Tim Pemantau Itjen yang bertugas di Semarang, Agus Puji, mengatakan pengawasan difokuskan untuk memastikan seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik suap, gratifikasi, maupun percaloan.
"Fokus utama monitoring adalah memastikan pelaksanaan seleksi PPIH dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel. Tidak ada praktik suap, gratifikasi maupun percaloan," ujar Agus, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Agus, tim pengawas juga memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta mencegah terjadinya kecurangan selama pelaksanaan CAT.
"Pemantauan difokuskan pada sejumlah aspek untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan, termasuk mencegah praktik suap, gratifikasi, maupun percaloan," katanya.
Kemenhaj juga menekankan keterbukaan informasi dalam proses seleksi. Informasi mengenai tahapan dan hasil CAT disampaikan melalui kanal resmi, sementara pelaksanaan tes melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Keterbukaan informasi tersebut menjadi bagian penting agar proses seleksi dapat diketahui masyarakat. Pelaksanaan CAT juga melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Agus.
Dari hasil pemantauan, pelaksanaan CAT di BKN Semarang disebut berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Untuk catatan pelaksanaan CAT di BKN Semarang sudah baik dan sesuai dengan SOP," katanya.
Baca Juga: Contoh Soal Tes CAT PPIH 2027 Petugas Haji Kemenhaj Lengkap dengan Kunci Jawaban
Agus mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti seleksi secara jujur dan mengandalkan kemampuan sendiri.
"Hasil ujian yang jujur menunjukkan kemampuan asli tanpa ada unsur kecurangan," ucap Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







