Ramai Kasus Pelecehan Seksual, Begini Cara Islam Menahan Hawa Nafsu

AKURAT.CO Pelecehan seksual menjadi persoalan yang terus mendapat perhatian masyarakat. Kasusnya dapat terjadi di berbagai ruang, mulai dari lingkungan pendidikan, tempat kerja, transportasi umum, hingga ruang digital.
Di tengah persoalan tersebut, pembahasan mengenai pengendalian hawa nafsu kembali menjadi penting. Dalam Islam, dorongan seksual merupakan bagian dari fitrah manusia. Namun, dorongan tersebut harus dikendalikan agar tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan atau melanggar kehormatan orang lain.
Islam tidak mengajarkan manusia untuk memusuhi hawa nafsu, tetapi mengarahkannya agar berada dalam batas yang dibenarkan syariat.
Allah SWT berfirman:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi'at: 40–41).
Ayat tersebut menggambarkan pentingnya kemampuan seseorang mengendalikan dorongan dirinya. Keinginan tidak selalu harus diikuti, terlebih ketika keinginan tersebut dapat membawa seseorang melakukan perbuatan yang dilarang.
Lantas, bagaimana Islam mengajarkan manusia mengendalikan hawa nafsu?
Menjaga pandangan
Salah satu langkah yang diajarkan Al-Qur'an adalah menjaga pandangan.
Allah SWT berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka.” (QS. An-Nur: 30).
Menjaga pandangan bukan berarti menyalahkan korban atau membebankan tanggung jawab pelecehan kepada korban. Tanggung jawab utama untuk tidak melakukan pelecehan tetap berada pada pelaku.
Prinsip menjaga pandangan lebih ditujukan sebagai pengendalian diri agar seseorang tidak sengaja memelihara pandangan atau pikiran yang dapat mendorong perilaku seksual yang tidak terkendali.
Baca Juga: Solusi Islam dalam Menjalankan Diet
Menghindari situasi yang membuka peluang pelanggaran
Pengendalian hawa nafsu juga dapat dilakukan dengan mengenali situasi yang berpotensi mendorong seseorang melakukan tindakan yang melanggar batas.
Islam mengajarkan pentingnya menjaga batas pergaulan dan menghindari kondisi yang dapat membuka pintu kepada perbuatan yang dilarang.
Dalam konteks modern, prinsip tersebut juga dapat diterapkan di ruang digital. Seseorang perlu berhati-hati dalam mengakses konten seksual, mengirim pesan bernuansa seksual, atau melakukan interaksi yang melanggar privasi dan batas orang lain.
Menjaga kehormatan orang lain
Islam memandang kehormatan manusia sebagai sesuatu yang harus dijaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








