Said Aqil Siroj Luncurkan 11 Jilid Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

AKURAT.CO Ketua Umum LPOI sekaligus Anggota Wantimpres, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, meluncurkan karya Historiografi Islam Nusantara dalam 11 jilid di Surabaya, Jawa Timur.
Peluncuran dan bedah buku tersebut digelar di Hotel Deka, Surabaya, Sabtu (17/10/2026). Karya tersebut mengangkat sejarah Islam di Nusantara dari berbagai perspektif serta menyoroti kontribusi masyarakat Muslim dalam perkembangan peradaban Indonesia.
Said Aqil mengatakan, pemahaman mengenai Islam Nusantara membutuhkan kajian sejarah yang lebih mendalam. Menurutnya, sejarah tidak cukup hanya dilihat dari aspek awal kedatangan Islam atau tokoh-tokoh yang menyebarkannya.
“Dilihat dari perspektif sejarah, Islam di Nusantara tidak hanya hadir sebagai agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia,” kata Said Aqil.
Ia menyebut Islam turut berkontribusi dalam berbagai bidang, antara lain pendidikan, perdagangan, hukum, diplomasi, bahasa, sastra, kebudayaan, serta pembentukan institusi sosial dan politik.
Baca Juga: 5 Ritual Pagi Islami 10 Menit untuk Kembalikan Ketenangan Jiwa
Menurut Said Aqil, kontribusi tersebut dapat ditelusuri melalui berbagai peninggalan sejarah, seperti lembaga pendidikan Islam, tradisi keilmuan, jaringan ulama, manuskrip, hingga gerakan sosial masyarakat Muslim.
Ia juga menilai organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, memiliki posisi penting dalam dinamika sejarah Indonesia. Organisasi Islam tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga merupakan subjek yang ikut membentuk perjalanan sejarah bangsa.
“Tujuannya bukan membangun sejarah yang bersifat apologetik atau mengunggulkan kelompok tertentu, melainkan menghadirkan kajian ilmiah yang menempatkan masyarakat Muslim Nusantara sebagai pelaku sejarah yang aktif, kreatif, dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan peradaban,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal LPOI sekaligus co-penulis buku, Imam Pituduh, mengatakan penerbitan 11 jilid Historiografi Islam Nusantara ditujukan untuk menyambut Hari Santri 2026 sekaligus memperkenalkan kembali narasi sejarah Islam Nusantara kepada generasi muda.
Surabaya dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana karena memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, perjalanan sejarah Nusantara, serta tradisi perjuangan para wali dan kerajaan pada masa lalu.
Imam juga menyoroti tantangan penyampaian sejarah di ruang publik pada era digital. Menurutnya, arus informasi yang cepat dapat menyebabkan narasi sejarah disajikan secara dangkal, terfragmentasi, bahkan berpotensi mengalami distorsi.
“Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk membedakan fakta sejarah, interpretasi, dan opini; memeriksa sumber; memahami konteks; serta menilai suatu narasi secara kritis dan bertanggung jawab,” kata Imam.
Baca Juga: Profil Kiai Said Aqil Siroj, Dua Periode Pimpin PBNU yang Kini Jadi Wantimpres RI
Peluncuran buku tersebut turut dihadiri Anggota Wantimpres H. Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, jajaran pengurus LPOI, sejumlah rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, perwakilan pondok pesantren, serta tokoh masyarakat Jawa Timur.
Melalui karya 11 jilid tersebut, para penulis mendorong historiografi Islam Nusantara ditempatkan sebagai kajian ilmiah yang terbuka terhadap beragam sumber, perspektif, dan pelaku sejarah, sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi penerus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo




