KPK Sebut Ada Mark Up Pengadaan Lahan Di Pulogebang Oleh Sarana Jaya

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada penggelembungan atau mark up anggaran dalam pengadaan lahan di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.
Pengadaan lahan tersebut dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sarana Jaya pada tahun 2018-2019. Perusahaan tersebut merupakan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, mengatakan, pihaknya telah mendalami dugaan aliran dana pengadaan lahan itu kepada empat orang saksi.
Baca Juga: KPK: Korupsi Pengadaan Tanah Di Pulogebang Rugikan Negara Ratusan Miliar
"Uang tersebut diduga bersumber dari proyek pengadaan tanah di Pulogebang yang dikondisikan fiktif dan di-mark up," katanya dalam keterangan kepada wartawan, Senin (11/9/2023).
Terkait empat saksi yang diperiksa penyidik KPK yakni Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Eny Haryanti, notaris Yurisca Lady Enggrani, karyawan swasta Yuri Sjachruddin Hidajat dan pihak swasta bernama Arwin Rasyid.
Disampaikan Ali, para saksi diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (7/9/2023).
Baca Juga: Cinta Mega Diduga Terima Aliran Uang Di Kasus Tanah Pulogebang
"Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain masih terkait seputar aliran uang dari pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini," jelasnya.
KPK sendiri telah meningkatkan penanganan kasus tersebut ke tahap penyidikan, setelah menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup.
Akan tetapi, KPK sampai saat ini belum mengumumkan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








