MK: Kurang Elok Panggil Presiden Makanya Kita Panggil Para Pembantunya
Citra Puspitaningrum | 5 April 2024, 11:19 WIB

AKURAT.CO Hakim Konstitusi, Arief Hidayat menyampaikan pemanggilan empat menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang sengketa pilpres 2024 pada Jumat (5/4/2024), merupakan hal yang paling realistis untuk memenuhi dalil pemohon.
Baca Juga: Jadi Sorotan, 5 Fakta Arief Hidayat Hakim Mahkamah Konsistusi Sidang Sengketa Pilpres 2019
Menurutnya, sebagai seorang hakim MK yang sudah ikut andil dalam menyelesaikan sengketa pilpres dan pileg sebanyak tiga kali, sulit bagi Mahkamah Konstitusi untuk memanggil Presiden Jokowi ke dalam ruang sidang. Pasalnya, presiden adalah simbol negara.
"Nah cawe-cawenya kepala negara ini, mahkamah sebetulnya juga, apa iya kita memanggil kepala negara presiden RI kelihatannya kan, kurang elok karena presiden sekaligus kepala negara dan kepala pemerintahan," kata Arief dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2024).
Dia tak memungkiri bahwa pilpres 2024 berbeda dengan pilpres sebelumnya, yakni pada tahun 2014 dan 2019.
Pelanggaran etik yang dilakukan di MK dan KPU memunculkan prasangka keterlibatan pemerintah dalam usaha memenangkan salah satu pasangan calon.
"Nah yang terutama mendapat perhatian yang sangat luas dan kemudian didalilkan oleh pemohon itu cawe-cawenya kepala negara," ujarnya.
Untuk membuktikan hal itu, lanjut dia, MK sudah memberikan ruang, guna membuktikan dalil dari para pemohon. Oleh karena itu, pemanggilan empat menteri dalam sidang sengketa pilpres 2024 ialah untuk menjawab dalil pemohon.
"Kalau hanya sekadar kepala pemerintahan, akan kita hadirkan di persidangan ini, tapi karena presiden sebagai kepala negara simbol negara yang harus kita junjung tinggi oleh semua stakeholder, maka kita memanggil para pembantunya, dan pembantunya ini yang terkait dengan dalil pemohon," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







