DPR Minta Publik Tak Menaruh Kecurigaan Terkait Revisi UU Polri: Dibahas Terbuka Kok...

AKURAT.CO DPR RI meminta masyarakat untuk tidak memandang negatif terhadap rencana revisi Undang-Undang Polri. DPR menegaskan, revisi UU tersebut akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, memastikan, publik bisa ikut mengawasi jalannya pembahasan revisi UU tersebut. Sehingga, publik bisa mengetahui jika ada poin-poin perubahan yang dinilai membahayakan.
"Semuanya dibahas terbuka kok. Nanti kalau membahayakan kelihatan. Kalian juga bisa ikut melihat pembahasannya tidak ada yang tertutup," kata Pacul kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (6/6/2024).
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemaian Timnas Indonesia Vs Irak, Skuat Garuda Saatnya Menang!
"Jadi kalau kalian, dikau merasa ini enggak sreg kan bisa. Tapi kan pembahasannya belum dimulai," sambungnya.
Pacul pun menganggap wajar jika saat ini banyak pihak yang melihat revisi UU tersebut hanya dari sisi negatif. Namun, ia meminta agar publik tidak menaruh kecurigaan secara berlebihan.
"Kalau hari ini siapapun akan selalu melihat dari sisi negatif kacamatanya. Tapi kan belum dibuka. Nanti kalau dibuka itu akan kita baca bareng-bareng. Kita yang pegang nomor punggung, nendang bola, kita pemain. Tetapi di sana kan kalian nonton semua, enggak ada pembahasan tertutup. Jadi jangan terlalu bercuriga lah ya," pungkasnya.
Baca Juga: Pertama Kali ke Korea Selatan? Ini Deretan Tips yang Wajib Diikuti!
Seperti diketahui, DPR RI telah resmi menetapkan revisi UU Polri sebagai usulan inisiatif DPR. Poin yang selama ini menjadi sorotan terkait dengan perubahan batas usia pensiun dari yang semula 58 menjadi 60 tahun, dan anggota polisi dengan keahlian khusus akan pensiun usia 65 tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








