KPK Panggil Komut Sinarmas Terkait Dugaan Investasi Fiktif PT Taspen

AKURAT.CO Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap beberapa pihak sebagai saksi, terkait kasus dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen (Persero) tahun anggaran 2019.
Adapun mereka yang dipanggil untuk diperiksa hari ini, Rabu (12/2/2025), yakni Komisaris Utama PT Asuransi Sinar Mas, Indra Widjaja; Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Ferriyady Hartadinata; Direktur Utama PT FKS Multi Agro, Tbk sekaligus mantan Komisaris PT Asta Askara Sentosa dan PT Pangan Sejahtera Investama, Agung Cahyadi Kusumo; dan Eks Direktur Keuangan Taspen, Helmi Imam Satriyono.
"Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan TPK terkait kegiatan Investasi PT. Taspen (Persero) tahun anggaran 2019. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika.
Baca Juga: KPK Sita 6 Unit Apartemen Senilai Rp20 Miliar Diduga Milik Eks Dirut Taspen Antonius Kosasih
Meski demikian, belum diketahui kaitan para petinggi perusahaan tersebut dengan perkara ini.
Sebelumnya, tim penyidik KPK menyita enam unit apartemen milik mantan Direktur Utama PT Taspen (Persero), Antonius Nicholas Stephanus Kosasih atau ANS Kosasih.
Penyitaan terhadap enam apartemen yang nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp20 miliar dilakukan tim penyidik terkait kasus dugaan korupsi investasi fiktif di PT Taspen, yang diduga merugikan negara hingga sekitar Rp200 miliar.
"Enam unit apartemen tersebut diduga milik tersangka ANK dan diduga punya keterkaitan dengan perkara yang sedang kami tangani," kata juru bicara KPK, Tessa Mahardhika dalam keterangannya, yang dikutip, Minggu (19/1/2025).
Tak hanya itu, tim penyidik KPK juga telah menggeledah dua rumah, satu unit apartemen, dan satu kantor dalam mengusut kasus dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita uang tunai senilai Rp100 juta dalam pecahan rupiah dan mata uang asing.
"Termasuk juga penyitaan terhadap, dokumen-dokumen atau surat-surat serta barang bukti elektronik (BBE) yang diduga punya keterkaitan dengan perkara tersebut," katanya.
Baca Juga: Eks Dirut Taspen Antonius Kosasih Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Investasi Fiktif
Dalam kasus ini KPK telah menjerat dan menahan eks Dirut PT Taspen (Persero), Antonius Nicholas Stephanus Kosasih atau ANS Kosasih dan seorang dirut manajer investasi berinisial EHP.
ANS Kosasih selaku direktur investasi PT Taspen dan EHP diduga melakukan korupsi terkait penempatan dana investasi PT Taspen sebesar Rp1 triliun pada reksa dana RD I-Next G2 yang dikelola manajer investasi.
Selain itu, dugaan tindak pidana ini juga menguntungkan sejumlah pihak. Beberapa di antaranya, PT IIM sebesar Rp78 miliar, PT VSI sebesar Rp2,2 miliar, PT PS sekitar Rp 102 juta, dan PT SM sekitar Rp44 juta serta pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan tersangka ANS Kosasih dan tersangka EHP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








