Rudianto Lallo Apresiasi Keberanian BNN Bongkar Kampung Narkoba di Jakarta

AKURAT.CO Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo, mengapresiasi langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam membongkar kawasan rawan narkoba di Jakarta dan sekitarnya.
Hal itu disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Spesifik Komisi III DPR ke Polda Metro Jaya, pada Kamis (20/11/2025).
Menurut Rudianto, keberanian BNN menembus wilayah yang selama ini sulit dijangkau, seperti Kampung Bahari dan Kampung Ambon, merupakan terobosan penting dalam upaya pemberantasan narkotika.
Baca Juga: Perlunya Sinergi Berbagai Pihak untuk Mengurai Masalah Perundungan Anak
Dia menilai penindakan yang dilakukan BNN belakangan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam pola penegakan hukum.
"Keberanian BNN di bawah kepemimpinan Pak Suyudi untuk menembus, membongkar dan menyapu bersih wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai kampung narkoba layak diapresiasi. Ini langkah besar yang tidak mudah dilakukan selama bertahun-tahun," ujarnya.
Selain itu, Komisi III juga menyoroti pentingnya pengetatan jalur distribusi narkoba yang masuk ke Jakarta.
Baca Juga: Gus Hilman Tekankan Pentingnya Pesantren Masuk dalam RUU Sisdiknas
Rudianto menegaskan bahwa jalur udara masih menjadi salah satu potensi terbesar penyelundupan narkotika yang perlu diawasi lebih ketat.
Ia meminta kerja sama lebih kuat antara BNN, kepolisian dan otoritas bandara untuk menutup ruang gerak sindikat.
"Jangan sampai penegakan hukum justru menekan pengguna yang sejatinya adalah korban. Yang harus digencarkan adalah penindakan terhadap kurir, jalur transportasi dan sindikat pengedarnya," katanya.
Baca Juga: Komisi X DPR Dorong Penanganan Kasus Perundungan Punya Bab Sendiri di RUU Sisdiknas
Rudianto juga memberi perhatian khusus kepada tempat-tempat hiburan malam yang selama ini dianggap sebagai salah satu titik penyebaran narkoba.
Ia berharap pengawasan terhadap lokasi-lokasi tersebut diperkuat secara berkala dan terpadu. Menurutnya, tidak sedikit jenis narkoba yang beredar secara masif di tempat hiburan malam karena lemahnya pengawasan.
"Semua orang tahu tempat-tempat itu menjadi pintu peredaran berbagai jenis narkoba. Kalau pengawasannya dimaksimalkan, angka penyalahgunaan bisa ditekan," katanya.
Baca Juga: Langganan Banjir, Pemerintah dan DPR Bangun Pengendali Banjir di Desa Karangligar Karawang
Dalam kesempatan yang sama, Rudianto turut menyinggung dinamika keamanan di Jakarta setelah pelantikan Kapolda Metro Jaya.
Ia menilai Kapolda menunjukkan ketenangan dan pendekatan humanis dalam menangani aksi unjuk rasa besar yang terjadi hanya tiga hari setelah menjabat.
Pendekatan tersebut berhasil menjaga ketertiban serta melindungi simbol negara, termasuk Gedung DPR RI, tanpa mengurangi ruang masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
Baca Juga: Komisi III DPR Akan Kaji Putusan MK soal Larangan Polri Aktif Duduki Jabatan Sipil
"Kami sangat menghargai langkah-langkah humanis yang diambil. Unjuk rasa itu dijamin undang-undang tapi tetap harus sesuai aturan dan tidak boleh mengarah pada tindakan anarkis," ujarnya.
Komisi III berharap kolaborasi antara BNN, Polda Metro Jaya dan seluruh aparat penegak hukum dapat semakin kuat memaksimalkan penanganan narkoba di Jakarta.
Rudianto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan kombinasi antara ketegasan, pengawasan ketat dan pendekatan yang tidak mengkriminalisasi korban penyalahgunaan narkotika.
Baca Juga: Kebijakan Pangan Harus Terpusat, Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo Usulkan Kementerian Baru
"Fokusnya harus pada sindikat dan jalurnya. Kalau itu ditutup, penyebaran narkoba bisa ditekan secara signifikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







