Kontraktor Dorong Kepastian Administrasi dan Pembayaran Proyek, Nilai Tagihan Rp800 Miliar

AKURAT.CO Ketidakpastian penyelesaian administrasi dan pembayaran proyek mendorong sebuah forum meminta pemerintah segera memberikan kepastian bagi para penyedia jasa.
Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025 meminta kepastian penyelesaian administrasi dan pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Forum menyatakan para kontraktor merupakan mitra pemerintah yang sejak awal mendukung pembangunan Sarana SPPG untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Namun, hingga kini sejumlah penyedia jasa konstruksi masih menghadapi ketidakpastian terkait proses pembayaran pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai kontrak.
Baca Juga: BGN Prioritaskan Pangan Lokal, Bulog Jadi Penyangga Stok Beras
Ketua Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana SPPG BGN APBN Tahun Anggaran 2025 Arifin Nababan mengatakan forum tidak bermaksud mempertentangkan pelaksanaan program pemerintah, melainkan mencari penyelesaian atas persoalan administrasi yang belum memperoleh kepastian.
"Yang kami harapkan bukan perlakuan khusus, melainkan kepastian administrasi dan kepastian pembayaran atas pekerjaan yang telah kami laksanakan," kata Arifin.
Berdasarkan data forum, pembangunan Sarana SPPG APBN Tahun Anggaran 2025 dilakukan melalui mekanisme e-Katalog atau mini kompetisi. Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 315 titik pembangunan telah berjalan. Sebanyak 66 titik telah mencapai progres 100 persen, sedangkan 249 titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian sesuai kontrak.
Forum mencatat persoalan tersebut melibatkan 74 perusahaan kontraktor yang mengerjakan pembangunan Sarana SPPG di sekitar 22 provinsi. Nilai pembayaran yang hingga kini belum terselesaikan diperkirakan mencapai sekitar Rp800 miliar.
Selain pembayaran, forum juga mencatat sejumlah bangunan yang telah selesai dibangun belum dapat diserahterimakan karena masih terkendala penyelesaian administrasi dari pihak pengguna. Kondisi tersebut membuat kontraktor tetap menanggung biaya pengamanan, pemeliharaan, utilitas, dan kebutuhan operasional lainnya.
"Selama proses serah terima belum dilakukan, kami tetap harus menjaga aset tersebut, membayar keamanan, pemeliharaan, utilitas, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya," ujar Arifin.
Forum menilai keterlambatan penyelesaian administrasi pembayaran turut berdampak pada keberlangsungan dunia usaha. Selain kontraktor, kondisi itu juga memengaruhi tenaga kerja, pemasok material, vendor jasa, pelaku UMKM, subkontraktor, hingga lembaga pembiayaan.
Arifin mengatakan forum telah enam kali mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Kepala Badan Gizi Nasional untuk memperoleh kejelasan mengenai penyelesaian administrasi, jadwal serah terima bangunan, dan kepastian pembayaran. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.
"Kami ingin memastikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Sarana SPPG dapat berjalan dengan baik. Yang kami harapkan adalah kepastian administrasi, kepastian pembayaran, dan ruang dialog yang terbuka agar seluruh persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama," ujarnya.
Baca Juga: BGN Siapkan Skema MBG untuk Anak di Daerah Rawan Konflik, Gandeng TNI-Polri dan Fasilitas Gereja
Forum berharap Badan Gizi Nasional segera memberikan kepastian penyelesaian administrasi pembayaran, mempercepat proses serah terima bangunan yang telah selesai, serta membuka ruang dialog bersama para penyedia jasa konstruksi agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara cepat dan konstruktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








