Mafindo: Jejak Digital Kejam, Pikirkan Dampak Setiap Postingan

AKURAT.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) terus berkomitmen meningkatkan literasi digital masyarakat menuju Indonesia #MakinCakapDigital2024.
Dalam rangka mewujudkan target tersebut, Kominfo RI kembali menggelar kegiatan webinar Makin Cakap Digital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dengan tema “Etika Bebas Berpendapat di Dunia Digital” pada Selasa (12/3/2024).
Koordinator Wilayah Mafindo Purworejo, Kasihani mengatakan netizen Indonesia terkenal tidak sopan karena tingginya hoax dan penipuan, ditambah banyaknya ujaran kebencian yang dilakukan beberapa oknum di dunia digital.
Padahal segala sesuatu yang diunggah dalam dunia digital bisa menjadi rekam jejak dan portfolio. “Jejak digital itu kejam. Pikirkan dampaknya sebelum mengunggah apapun,” kata Kasihani saat menjadi narasumber webinar Makin Cakap Digital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (12/3/2024).
Ketika berselancar di dunia digital, ia menambahkan, netizen Indonesia juga harus memerhatikan kesopanan karena akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai kultur. Interaksi antarbudaya tersebut akan menciptakan standar baru tentang etika.
Selain memerhatikan kesopanan, narasumber lainnya, Dosen Komunikasi UII Dalwa Pasuruan, Muhajir Suithonul Aziz mengatakan, netizen Indonesia harus menjaga keamanan data pribadi di dunia digital.
Berbagai data pribadi kerap tersebar bebas di dunia maya, seperti nama lengkap, alamat lengkap, tempat tanggal lahir, hingga nomor induk kependudukan (NIK).
“Data-data ini sering sekali tersebar bebas di dunia maya. Banyak sekali platform yang mungkin memiliki niat tertentu mengambil data kita. Makanya kita harus aware, waspada terkait apapun yang disebarkan,” kata Muhajir.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur LKP Mitra Ilmu Tulungagung, Khotibul Umam mengatakan, netizen Indonesia harus lebih menonjolkan budaya-budaya Indonesia di dunia digital. Sehingga kebudayaan yang dimiliki semakin dikenal luas.
Budaya yang dimaksud tidak hanya kesenian, tetapi juga sopan santun hingga pengetahuan dasar yang mendorong berlaku mencintai produk dalam negeri. “Sangat perlu mencintai produk-produk dalam negeri. Jangan sampai kita lebih suka produk-produk dari luar negeri,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





