Akurat Logo

PSSI Ajak Suporter 'Stop Hate' Jelang Super League dan Championship 2026'2027

Zainal Hasan | 18 Agustus 2026, 14:03 WIB
PSSI Ajak Suporter 'Stop Hate' Jelang Super League dan Championship 2026'2027
Suporter sepakbola Indonesia.

AKURAT.CO, PSSI mengajak seluruh pecinta sepakbola Indonesia untuk menghentikan segala bentuk ujaran kebencian, perundungan, hingga ancaman terhadap pemain dan ofisial.

Seruan tersebut disampaikan setelah sejumlah pemain Timnas Indonesia menjadi sasaran serangan di media sosial.

Ajakan tersebut sejalan dengan pesan FIFA melalui kampanye “Protecting Players Online Around the World” yang mengusung seruan “Stop Hate, Protect Football”.

FIFA menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sepakbola yang aman, baik di dalam stadion maupun ruang digital.

Pesan tersebut kembali relevan setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.

Kekecewaan atas hasil turnamen kemudian berujung pada hujatan dan serangan personal terhadap sejumlah pemain.

https://www.akurat.co/bola/881416/fifa-izinkan-suporter-tandang-kecuali-persija-vs-persib-dan-persebaya-vs-arema

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan tajam. Bahkan, serangan di media sosial turut menyasar keluarga pemain tersebut.

PSSI menilai kegagalan di lapangan tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan penghinaan, perundungan, penyebaran data pribadi, maupun ancaman terhadap pemain dan keluarganya.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, meminta masyarakat tetap memberikan kritik secara proporsional.

Menurutnya, evaluasi terhadap performa pemain dan tim memang diperlukan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab.

“Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Namun, evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian,” ujar Yunus Nusi di Jakarta.

“Pemain boleh dikritik secara sportif, tetapi martabat dan keselamatan mereka, termasuk keluarga, harus tetap dihormati. Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian.”

PSSI menilai kritik tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan sepakbola.

Namun, kritik seharusnya diarahkan kepada permainan, keputusan, maupun proses yang memang dapat dievaluasi, bukan berubah menjadi serangan terhadap kehidupan pribadi pemain.

Setelah Piala AFF 2026, para pemain Timnas Indonesia akan kembali memperkuat klub masing-masing.

Kompetisi domestik menjadi kesempatan bagi mereka untuk memulihkan kepercayaan diri sekaligus menunjukkan performa terbaik.

Musim Super League dan Championship 2026-2027 juga akan segera bergulir. Super League dijadwalkan dimulai pada 4 September, sedangkan Championship berlangsung mulai 11 September 2026.

PSSI berharap suporter dapat memberikan dukungan positif kepada pemain ketika kembali memperkuat klub.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat sekaligus mendukung proses pembinaan dan regenerasi pemain.

Selain datang langsung ke stadion, PSSI juga mengimbau masyarakat mendukung klub melalui cara-cara yang legal, seperti membeli tiket pertandingan dan produk resmi klub serta menyaksikan pertandingan melalui kanal resmi.

Di media sosial, suporter diminta tidak ikut menyebarkan konten yang mengandung ujaran kebencian, perundungan, doxing, maupun ancaman.

Jika menemukan konten semacam itu, masyarakat diimbau melaporkannya tanpa kembali menyebarluaskan konten tersebut.

“Saya berharap dukungan kepada pemain tidak berhenti ketika hanya berseragam Timnas. Dukungan juga saat mereka bersama klub masing-masing,” kata Yunus.

“Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepakbolanya."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.