Kaspersky Ungkap Plugin Mata-mata Baru dari Kelompok BlindEagle

AKURAT.CO Kaspersky melaporkan bahwa kelompok spionase siber BlindEagle telah memperbarui taktiknya dengan plugin mata-mata baru dan teknik infeksi yang lebih canggih.
Sejak 2018, BlindEagle, atau APT-C-36, telah menggunakan berbagai trojan akses jarak jauh (RAT). Dalam kampanye terbaru pada Mei 2024, mereka beralih ke njRAT, yang membuat pemantauan lengkap termasuk pencatatan tombol dan akses webcam.
Kaspersky juga mencatat perubahan signifikan dalam metode infeksi. Penyerang kini menggunakan email phishing yang menyamar sebagai pemberitahuan denda lalu lintas dari badan pemerintah, yang berisi lampiran berbahaya.
Selain itu, BlindEagle kini lebih sering menggunakan bahasa Portugis dalam kode berbahaya mereka, beralih dari bahasa Spanyol yang sebelumnya dominan. Penggunaan domain Brasil untuk hosting malware juga menunjukkan kemungkinan adanya kolaborasi dengan pihak eksternal.
"Maraknya kampanye spionase siber yang canggih menggarisbawahi kebutuhan penting bagi organisasi dan individu untuk tetap waspada," kata Leandro Cuozzo selaku Peneliti Keamanan di Kaspersky GReAT, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Rabu (21/8/2024).
Pada Juni 2024, BlindEagle meluncurkan kampanye baru menggunakan teknik sideloading DLL, di mana mereka mengirim dokumen berbahaya yang disamarkan sebagai file PDF atau DOCX. Dokumen-dokumen ini memulai infeksi dengan mengunduh dan menjalankan file yang mengandung kode berbahaya.
BlindEagle dikenal karena teknik spionase yang efektif, menargetkan sektor-sektor seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan transportasi di Kolombia. Mereka telah menunjukkan fleksibilitas dalam metode serangan, beralih dari serangan berbasis keuangan ke operasi spionase.
Untuk melindungi diri dari ancaman ini, Kaspersky menyarankan agar individu:
1. Berhati-hati terhadap email yang tidak terduga dan selalu memverifikasi keabsahannya.
2. Memeriksa keaslian pesan dari lembaga resmi.
3. Menginstal solusi keamanan tepercaya dan mengikuti rekomendasinya.
Evolusi taktik serangan ini menekankan pentingnya keamanan siber yang proaktif dan penggunaan teknologi deteksi mutakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







