Google Diduga Langgar Hukum Antimonopoli Jepang, JFTC Segera Bertindak

AKURAT.CO Pengawas persaingan usaha di Jepang, Komisi Perdagangan Adil Jepang (JFTC), menemukan indikasi bahwa Google telah melanggar undang-undang antimonopoli terkait layanan pencarian web.
Dikutip dari Trtworld.com, Kamis (2/1/2024), JFTC akan segera mengeluarkan perintah penghentian kepada Google untuk menghentikan praktik monopoli mereka.
Langkah ini mengikuti penyelidikan yang dimulai Oktober lalu, sejalan dengan tindakan serupa oleh otoritas di Eropa dan negara-negara besar lainnya.
Google, melalui browser Chrome yang menjadi salah satu pilar bisnisnya, dikritik karena memanfaatkan data pengguna untuk memaksimalkan keuntungan dari iklan yang ditargetkan.
Chrome sendiri adalah browser web paling populer di dunia. Hingga berita ini dirilis, Google belum memberikan tanggapan terkait laporan ini.
Sementara itu, pihak JFTC juga belum dapat dimintai komentar lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian global, terutama setelah Departemen Kehakiman AS bulan lalu meminta Google untuk melepaskan browser Chrome dan melarang perusahaan tersebut masuk kembali ke pasar browser selama lima tahun.
Langkah tersebut diusulkan untuk mengakhiri dugaan monopoli Google dalam layanan pencarian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








