Telegram Gandeng xAI Milik Elon Musk Integrasikan Asisten AI ke Aplikasi

AKURAT.CO Telegram resmi bekerja sama dengan xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk. Kerja sama ini bertujuan menghadirkan asisten AI bernama Grok ke layanan pesanannya.
Pengumuman ini disampaikan oleh Pavel Durov, CEO Telegram. Ia menyatakan bahwa Grok akan didistribusikan kepada lebih dari satu miliar pengguna Telegram.
Kerjasama ini berdurasi satu tahun dan memberikan Telegram dana sebesar 300 juta dolar AS (sekitar Rp4,5 triliun) dari xAI. Dana tersebut berupa tunai dan saham.
Selain itu, Telegram juga akan memperoleh 50 persen dari pendapatan langganan xAI. Pendapatan ini berasal dari penjualan yang dilakukan melalui platform Telegram.
"Bersama-sama, kita menang!" tulis @durov dalam unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), dikutip Kamis (29/5/2025).
Hal ini mengikuti tren perusahaan teknologi seperti Meta yang memasukkan AI ke WhatsApp. Namun, analis Hanna Kahlert mengatakan pengguna lebih suka berkomunikasi dengan teman dan melihat pembaruan sosial, sehingga AI bisa mengubah pengalaman tersebut.
"Menambahkan AI ke dalam pesan langsung secara inheren menggantikan itu mengurangi kepercayaan antara pengguna dan mengalihkan perhatian dari USP saat ini," tambahnya, dikutip dari BBC.
Kerjasama ini mempertemukan dua tokoh teknologi kontroversial, Pavel Durov dan Elon Musk. Durov pernah ditangkap karena tuduhan kurang moderasi konten di Telegram, sementara Musk dikenal karena inovasi dan investasinya di bidang teknologi, termasuk AI dan media sosial.
Elon Musk sebelumnya ikut mendirikan OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT. Namun, ia kemudian meninggalkan perusahaan tersebut dan fokus mengembangkan xAI sebagai pesaing baru di industri AI.
Pada Maret lalu, Musk mengakuisisi X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Akuisisi besar ini mendukung pengembangan xAI yang tengah dikembangkannya.
Kerjasama antara Telegram dan xAI ini menjadi kebijakan penting dalam menghadirkan kecerdasan buatan ke layanan pesan. Selain itu, kolaborasi ini juga menunjukkan persaingan ketat dalam dunia teknologi AI saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







