OpenAI Hapus Nama 'io' Usai Tuntutan Hukum, Tapi Proyek Perangkat Keras AI Tetap Berjalan

AKURAT.CO OpenAI secara diam-diam menghapus penyebutan merek 'io' dari situs web dan media sosial resminya. Startup perangkat keras ini merupakan hasil kolaborasi dengan mantan desainer Apple, Jony Ive.
Kebijakan ini diambil setelah muncul gugatan merek dagang dari iyO. Perusahaan rintisan tersebut bergerak di bidang alat bantu dengar dan berasal dari inkubator teknologi Google.
Meski nama 'io' tak lagi disebut, OpenAI menegaskan bahwa proyek kerja sama dengan Jony Ive tetap berlanjut. Kolaborasi ini fokus pada pengembangan perangkat keras AI khusus.
Proyek tersebut sebelumnya diumumkan bersamaan dengan penggalangan dana besar-besaran dari OpenAI. Total dana yang terkumpul mencapai hampir US\$6,5 miliar (sekitar Rp107 triliun).
Postingan blog yang menampilkan kolaborasi antara OpenAI dan Jony Ive kini telah dihapus. Video berdurasi sembilan menit yang menampilkan Ive dan CEO OpenAI, Sam Altman, juga tidak lagi tersedia.
"Halaman ini sementara tidak dapat diakses karena perintah pengadilan menyusul pengaduan merek dagang dari iyO tentang penggunaan nama 'io' oleh kami," tulis @OpenAINewsroom dalam unggahannya di platform X, dikutip Senin (23/6/2025).
Dalam pengumuman sebelumnya, disebutkan bahwa tim dari 'io' akan bergabung dengan OpenAI. Tujuannya adalah untuk memperkuat kolaborasi di bidang penelitian dan pengembangan produk.
Juru bicara OpenAI, Kayla Wood, menyebut penghapusan itu hanya sementara karena perintah pengadilan. OpenAI tak setuju dengan gugatan iyO dan sedang meninjau opsi hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








