SpaceX Luncurkan 5 Ribu Pon Kargo ke ISS, Roket Falcon 9 Berhasil Mendarat di Laut

AKURAT.CO SpaceX sukses meluncurkan lebih dari 5.000 pon atau sekitar 2.270 kilogram kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Minggu (24/8/2025) pagi. Misi ini menggunakan kapsul kargo Dragon yang dibawa roket Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida.
Peluncuran berlangsung pada pukul 02.45 EDT (14.45 WIB) dari Space Launch Complex 40. Misi ini merupakan penerbangan ke-33 dalam program Commercial Resupply Services (CRS) NASA, sehingga dinamai CRS-33.
Sekitar 8,5 menit setelah lepas landas, tahap pertama Falcon 9 berhasil kembali ke Bumi. Roket itu mendarat mulus di kapal drone 'A Shortfall of Gravitas' yang ditempatkan di Samudra Atlantik.
Kapsul Dragon dijadwalkan berlabuh di ISS pada Senin (25/8/2025) pagi. Proses docking akan dilakukan di modul Harmony dengan siaran langsung dari NASA pada pukul 07.30 EDT.
Selain membawa makanan dan persediaan untuk kru, Dragon juga mengangkut berbagai eksperimen ilmiah. Penelitian tersebut mencakup sel punca pembentuk tulang untuk mempelajari pencegahan keropos tulang.
Kargo lainnya termasuk bahan untuk mencetak implan medis 3D serta jaringan hati hasil bioprinting. Eksperimen ini diharapkan memberi wawasan baru mengenai perkembangan pembuluh darah dalam kondisi gravitasi mikro.
Dragon juga membawa peralatan untuk uji coba pencetakan logam 3D di luar angkasa. Teknologi ini dipandang penting untuk mendukung misi jangka panjang ke Bulan dan Mars, sebagaimana dikutip dari Space, Minggu (24/8/2025).
Selain mengirim suplai, misi ini juga akan menguji manuver 'reboost' untuk meningkatkan ketinggian orbit ISS. Upaya ini penting karena stasiun luar angkasa perlahan kehilangan ketinggian akibat gesekan atmosfer tipis Bumi.
Selama ini, reboost dilakukan oleh wahana Progress milik Rusia. Namun dengan rencana Rusia mundur dari program ISS pada 2028, NASA mulai mengandalkan SpaceX dan Northrop Grumman.
Dragon CRS-33 diperkirakan bertahan di ISS hingga Desember 2025. Setelah itu, kapsul akan kembali ke Bumi dengan membawa hasil eksperimen, lalu mendarat di Samudra Pasifik dekat California.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







