Trump dan Elon Musk Berseteru, Tapi SpaceX Tetap Jadi Andalan Pemerintah AS

AKURAT.CO Hubungan antara Donald Trump dan Elon Musk sempat memanas di awal Juni 2025. Namun, pemerintah Amerika Serikat ternyata tidak bisa serta-merta memutus kontrak dengan perusahaan milik Musk, SpaceX.
Pemerintahan Trump sempat melakukan peninjauan terhadap kontrak bernilai miliaran dolar antara SpaceX dan pemerintah federal. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mencari potensi pemborosan dalam kerja sama tersebut.
Peninjauan tersebut dilakukan tak lama setelah Trump mengunggah pernyataan di Truth Social yang menyarankan agar kontrak pemerintah dengan SpaceX diakhiri. Ia mengklaim langkah itu bisa menghemat anggaran negara.
Musk sebelumnya dikenal sebagai salah satu penasihat Trump dan pernah membantu program efisiensi pemerintahan. Namun hubungannya dengan Trump memburuk setelah ia mengkritik kebijakan pajak dan pengeluaran pemerintah secara terbuka.
Pada 9 Juni, pejabat dari Administrasi Layanan Umum (GSA) mengirim email kepada Departemen Pertahanan. Mereka meminta data detail terkait seluruh kontrak dan perjanjian SpaceX dengan pemerintah.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar kontrak SpaceX sangat penting bagi misi utama NASA dan Departemen Pertahanan. Karena itu, kontrak-kontrak tersebut dinilai tidak bisa dihapus begitu saja.
Dikutip dari The Wall Street Journal, Senin (21/7/2025), Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, sempat melakukan pertemuan dengan pejabat Gedung Putih selama proses peninjauan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya posisi SpaceX dalam kerja sama strategis pemerintah.
Pemerintah AS mengandalkan SpaceX karena kemampuan teknologinya yang canggih dan biaya yang relatif lebih murah. Bahkan, meskipun ada upaya untuk mendorong persaingan dengan perusahaan antariksa lain, SpaceX tetap unggul.
Keterbatasan pilihan dalam peluncuran roket dan layanan satelit orbit rendah membuat SpaceX menjadi mitra tak tergantikan. Karena itu, meski sempat ingin diputus, pemerintah tetap melanjutkan kerja sama dengan perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








