AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengadakan ajang bergengsi Anugerah Talenta Unggul Sarwono Award dan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture (SML) 2025. Acara tahunan ini menjadi bentuk penghargaan tertinggi bagi ilmuwan Indonesia atas kontribusi mereka di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesehatan, sekaligus inspirasi bagi generasi muda.
Tahun ini, Sarwono Award 2025 diberikan kepada Prof. Dr. Dra. Taniawati Supali, Guru Besar Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia dikenal atas riset penting dalam pengendalian filariasis (kaki gajah) dan kecacingan yang berdampak besar pada kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Dedikasinya juga diakui dunia internasional dengan penghargaan dari Bill & Melinda Gates Foundation serta Bosscha Medal dari LDE Universities. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menegaskan arti penting penghargaan ini.
“Melalui Sarwono Award dan SML, kita menegaskan kembali pentingnya kontribusi sains bagi bangsa, sekaligus memberi teladan nyata kepada generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.
Sejak 2001, Sarwono Award dan SML menjadi ajang akademik prestisius yang menggunakan nama Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, Kepala LIPI pertama, tokoh penting dalam pembangunan tradisi ilmu pengetahuan Indonesia.
BRIN juga berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperkuat ekosistem riset nasional melalui penghargaan berkelanjutan bagi ilmuwan terbaik, baik internal maupun eksternal.
Selain penghargaan, acara ini menjadi forum strategis mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah dalam merumuskan arah riset nasional. Menurut Handoko, di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, penyakit menular, dan transformasi digital, Indonesia membutuhkan SDM iptek yang tangguh.
“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa riset bukan hanya soal publikasi, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.
Dengan sejarah panjang sejak awal 2000-an, Sarwono Award dan SML 2025 terus menjadi simbol komitmen Indonesia dalam menghargai sains, mendorong kolaborasi lintas disiplin, dan melahirkan terobosan riset berdampak luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







